LKPDPertemuan 4Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Keterkaitan Unsur Sistem Bahasa dan Sistem Pengetahuan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 12 dengan topik "Menganalisis Keterkaitan Unsur Sistem Bahasa dan Sistem Pengetahuan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 12: Menganalisis Keterkaitan Unsur Sistem Bahasa dan Sistem Pengetahuan

Antropologi - Kelas 12

Bab 2 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 12 (Fase F)

Topik: Menganalisis Keterkaitan Unsur Sistem Bahasa dan Sistem Pengetahuan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 12
TopikMenganalisis Keterkaitan Unsur Sistem Bahasa dan Sistem Pengetahuan
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis keterkaitan antarunsur kebudayaan yang saling mempengaruhi dan berhubungan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah teks kasus dan instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjalah secara mandiri atau berdiskusi dengan kelompok sesuai petunjuk kegiatan.
  • Tuliskan hasil analisis langsung pada format ruang jawaban yang telah disediakan.
  • Fokuskan analisis kalian pada hubungan timbal balik antara sistem bahasa dan sistem pengetahuan dalam kebudayaan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Dekonstruksi Kasus Kosakata Lokal dan Pengetahuan Ekologis

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus Pranata Mangsa
  • Alat tulis
  • Buku catatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks kasus etnografi singkat berikut mengenai kearifan ekologis Pranata Mangsa di Jawa atau penamaan jenis padi lokal.
  2. Kasus: Masyarakat petani tradisional memiliki istilah-istilah musim seperti 'kasa', 'karo', 'katiga' hingga 'sadha' dalam sistem Pranata Mangsa, serta ragam kosakata khusus untuk tingkat kematangan padi (misal: 'mblekatuk', 'gumading'). Kosakata ini tidak sekadar nama, melainkan klasifikasi ilmiah lokal untuk memprediksi cuaca, siklus hama, dan waktu panen.
  3. Identifikasi bagaimana unsur sistem bahasa mengkodifikasi (menyimpan/membahasakan) isi dari unsur sistem pengetahuan.
  4. Jawablah pertanyaan analisis pada format tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kasus Pranata Mangsa, analisislah bagaimana sistem bahasa (istilah/kosakata lokal) berfungsi dalam merekam dan menstrukturkan sistem pengetahuan ekologis masyarakat!

Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan keterkaitan sebaliknya: bagaimana sistem pengetahuan masyarakat mengenai lingkungan dan pertanian mempengaruhi pembentukan kosakata dalam sistem bahasa mereka?

Tabel analisis 2 kolom: Kolom 1 (Unsur Kebudayaan & Bukti Kasus), Kolom 2 (Penjelasan Hubungan Keterkaitan). Uraian dijawab dalam 1 paragraf argumentatif (3-5 kalimat).

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Analisis Relasional Timbal Balik Antarunsur Kebudayaan

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar studi kasus Etnomedisin
  • Kertas plano/HVS
  • Spidol/pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama kelompok (3-4 orang) mengenai studi kasus etnomedisin (sistem pengobatan tradisional).
  2. Kasus: Dukun/penyembuh tradisional (battra) menggunakan mantra dan istilah taksonomi herbal lokal (contoh: 'jamu cekok', 'temu lawak', 'paitan') untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit. Pengetahuan mengenai khasiat tanaman obat disusun dan diwariskan melalui bahasa ritual atau tembang khusus.
  3. Analisislah hubungan sebab-akibat dua arah: bagaimana penurunan penutur bahasa lokal dapat mengancam kelestarian sistem pengetahuan lokal, dan sebaliknya bagaimana hilangnya pengetahuan tradisional melenyapkan kosakata bahasa tersebut.
  4. Tuliskan hasil analisis relasional kalian pada bagan matriks yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Analisislah dampak kepunahan bahasa daerah/lokal terhadap keberlangsungan sistem pengetahuan tradisional pengobatan (etnomedisin)!

2. Analisislah bagaimana hilangnya praktik sistem pengetahuan lokal (misal: beralih total ke obat modern tanpa dokumentasi) menyebabkan punahnya perbendaharaan kata dalam sistem bahasa!

Format matriks keterkaitan 2 arah: Matriks A (Pengaruh Bahasa terhadap Pengetahuan) dan Matriks B (Pengaruh Pengetahuan terhadap Bahasa), masing-masing disertai uraian analisis sebab-akibat 1 paragraf.

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Sintesis Analitis Keterkaitan Unsur Budaya dan Refleksi

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar refleksi dan sintesis
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara mandiri, lakukan sintesis menyeluruh mengenai prinsip dasar keterkaitan antarunsur kebudayaan berdasarkan hasil Kegiatan 1 dan 2.
  2. Tuliskan simpulan analitis kalian mengenai mengapa kebudayaan harus dipandang sebagai satu kesatuan sistemik di mana unsur bahasa dan unsur pengetahuan tidak dapat dipisahkan.
  3. Lengkapi bagian refleksi pembelajaran pada lembar yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Buatlah kesimpulan analitis mengenai prinsip kesatuan sistemik kebudayaan: mengapa perubahan atau kelemahan pada unsur sistem bahasa secara langsung mengubah atau melemahkan unsur sistem pengetahuan dalam suatu masyarakat?

Paragraf sintesis analitis komprehensif (minimal 5-7 kalimat) yang memuat hubungan fungsional, ketergantungan sistemik, dan bukti keterkaitan timbal balik antarunsur kebudayaan.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis keterkaitan sistem bahasa dan sistem pengetahuan hari ini, bagaimana pemahamanmu berubah mengenai peran bahasa daerah dalam menyimpan kearifan lokal di sekitarmu?

2. Bagian analisis mana yang paling menantang bagimu saat menghubungkan dua unsur kebudayaan yang saling mempengaruhi secara timbal balik?

3. Apa kesadaran baru yang kamu peroleh mengenai pentingnya menjaga keutuhan unsur-unsur kebudayaan di tengah perubahan zaman?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.