LKPDPertemuan 2Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Antropologi Kelas 12: Menjelaskan Tiga Wujud Kebudayaan: Gagasan, Aktivitas, dan Artefak

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 12 dengan topik "Menjelaskan Tiga Wujud Kebudayaan: Gagasan, Aktivitas, dan Artefak".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 12: Menjelaskan Tiga Wujud Kebudayaan: Gagasan, Aktivitas, dan Artefak

Antropologi - Kelas 12

Bab 2 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 12 (Fase F)

Topik: Menjelaskan Tiga Wujud Kebudayaan: Gagasan, Aktivitas, dan Artefak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 12
TopikMenjelaskan Tiga Wujud Kebudayaan: Gagasan, Aktivitas, dan Artefak
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan konsep dasar kebudayaan sebagai objek kajian utama dalam Antropologi

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar konsep dan petunjuk pengerjaan pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjalah secara mandiri pada kegiatan awal dan berkolaborasilah dalam kelompok diskusi sesuai arahan guru.
  • Gunakan konsep tiga wujud kebudayaan (gagasan, aktivitas, artefak) menurut Koentjaraningrat untuk menjelaskan fenomena yang diberikan.
  • Tuliskan penjelasanmu pada format tabel atau uraian yang telah disediakan dengan argumen yang logis dan jelas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Membedah Tiga Wujud Kebudayaan dalam Kehidupan Manusia

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Antropologi Kelas XII
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati definisi kebudayaan menurut Koentjaraningrat: keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
  2. Pelajari karakteristik tiga wujud kebudayaan: gagasan (sistem nilai, norma, pandangan hidup yang bersifat abstrak), aktivitas (tindakan terpola dan interaksi antarmanusia yang konkret teramati), dan artefak (benda fisik hasil karya manusia).
  3. Jawablah pertanyaan penjelasan berikut pada format isian dan tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Jelaskan mengapa kebudayaan ditempatkan sebagai objek kajian utama dalam disiplin ilmu Antropologi berdasarkan batasan konsepnya!

2. Jelaskan perbedaan mendasar antara wujud kebudayaan gagasan, aktivitas, dan artefak ditinjau dari sifat keberadaannya (abstrak/konkret) serta berikan masing-masing satu contoh penjelasnya dalam kehidupan masyarakat!

Ruang tabel jawaban

Nomor 1: Uraian tertulis 1 paragraf (4-5 kalimat). Nomor 2: Tabel 4 kolom (Wujud Kebudayaan, Sifat Keberadaan, Penjelasan Karakteristik, Contoh Konkret di Masyarakat).

Kegiatan 2: Menjelaskan Keterkaitan Antarwujud Kebudayaan dalam Suatu Praktik Budaya

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Antropologi Kelas XII
  • Kertas plano atau lembar kerja kelompok
  • Spidol/alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4-5 orang.
  2. Pilihlah salah satu praktik budaya yang ada di Indonesia (misalnya: tradisi Subak di Bali, upacara Sekaten di Jawa, atau tradisi Rambu Solo di Toraja).
  3. Diskusikan bagaimana ketiga wujud kebudayaan (gagasan, aktivitas, artefak) saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan sistem kebudayaan utuh.
  4. Tuliskan penjelasan hasil analisis kelompok pada lembar kerja diskusi.

Pertanyaan:

1. Pilihlah satu fenomena atau tradisi budaya lokal. Uraikan secara rinci wujud gagasan, aktivitas, dan artefak yang terkandung di dalam tradisi tersebut!

Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan bagaimana gagasan yang mendasari tradisi tersebut memandu wujud aktivitas, dan bagaimana aktivitas tersebut akhirnya menghasilkan wujud artefak!

Nomor 1: Tabel identifikasi tradisi budaya (Kolom: Nama Tradisi, Wujud Gagasan, Wujud Aktivitas, Wujud Artefak). Nomor 2: Uraian penjelasan alur keterkaitan kausal antara gagasan, aktivitas, dan artefak minimal 2 paragraf.

Kegiatan 3: Menjelaskan Dinamika dan Adaptasi Wujud Kebudayaan

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Antropologi Kelas XII
  • Lembar kerja peserta didik

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara individu, bacalah uraian materi mengenai sifat dinamis dan adaptif kebudayaan.
  2. Perhatikan bahwa artefak adalah wujud yang paling cepat berubah, diikuti aktivitas, sedangkan sistem gagasan cenderung bertahan lebih lama meski tetap mengalami penyesuaian.
  3. Jawablah pertanyaan penjelasan berikut untuk merangkum pemahaman konsep kebudayaan secara utuh, lalu lanjutkan dengan mengisi pertanyaan refleksi belajar.
  4. Alokasi kegiatan ini mencakup pengerjaan tugas, refleksi terbimbing, serta penutupan sesi pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Jelaskan mengapa wujud artefak dipandang sebagai wujud kebudayaan yang paling mudah berubah dibandingkan wujud gagasan dalam konsep antropologi!

2. Jelaskan apa yang dimaksud bahwa kebudayaan diperoleh manusia melalui proses belajar, dan bagaimana hal tersebut membuktikan bahwa kebudayaan berbeda dengan perilaku instingtif/biologis!

Uraian argumentatif pada kolom jawaban bergaris (masing-masing pertanyaan dijawab dalam 1-2 paragraf penjelasan utuh).

REFLEKSI

1. Konsep wujud kebudayaan mana (gagasan, aktivitas, atau artefak) yang paling mudah dan paling sulit kamu kenali di lingkungan sekitarmu? Jelaskan alasannya!

2. Bagaimana pemahaman tentang tiga wujud kebudayaan membantumu menyadari bahwa cara hidup dan kebiasaan sehari-harimu merupakan produk kebudayaan yang kamu pelajari dari masyarakat?

3. Sikap apa yang perlu kamu kembangkan ketika melihat wujud kebudayaan (aktivitas atau artefak) kelompok masyarakat lain yang berbeda dari kebiasaanmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.