LKPDPertemuan 4Bab 1Fase FSemester 1

LKPD Antropologi Kelas 12: Mengintegrasikan Konsep Ruang Lingkup Antropologi Budaya dalam Menganalisis Praktik Kebiasaan Masyarakat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 12 dengan topik "Mengintegrasikan Konsep Ruang Lingkup Antropologi Budaya dalam Menganalisis Praktik Kebiasaan Masyarakat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 12: Mengintegrasikan Konsep Ruang Lingkup Antropologi Budaya dalam Menganalisis Praktik Kebiasaan Masyarakat

Antropologi - Kelas 12

Bab 1 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 12 (Fase F)

Topik: Mengintegrasikan Konsep Ruang Lingkup Antropologi Budaya dalam Menganalisis Praktik Kebiasaan Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 12
TopikMengintegrasikan Konsep Ruang Lingkup Antropologi Budaya dalam Menganalisis Praktik Kebiasaan Masyarakat
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengintegrasikan konsep dasar dan ruang lingkup antropologi sosial dan antropologi budaya secara bermakna dan kontekstual dalam menganalisis fenomena budaya

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus fenomena budaya yang disajikan secara saksama.
  • Gunakan konsep dasar serta ruang lingkup antropologi sosial (seperti struktur sosial, pranata/organisasi, relasi kekerabatan) dan antropologi budaya (seperti sistem nilai, simbol, makna, gagasan) dalam menjawab pertanyaan.
  • Bekerjalah secara kolaboratif bersama teman sekelompok dan tuliskan integrasi gagasanmu secara runut dan kontekstual pada lembar jawaban yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Pemetaan Konseptual Fenomena Praktik Tradisi Sambatan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus tradisi Sambatan
  • Alat tulis
  • Kertas kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi studi kasus singkat berikut: 'Dalam tradisi Sambatan di pedesaan Jawa, masyarakat saling membantu membangun atau merenovasi rumah tetangga tanpa upah uang. Secara struktur sosial, kegiatan ini diorganisasikan oleh ketua rukun tetangga dan kelompok kekerabatan setempat. Dari sisi kebudayaan, masyarakat memegang sistem nilai gotong royong, kepatuhan moril pada harmoni sosial, serta mempercayai simbol berkah bersama dalam selamatan sederhana setelah pekerjaan selesai.'
  2. Lakukan pemilahan unsur-unsur fenomena tersebut ke dalam dua ranah ruang lingkup: Antropologi Sosial dan Antropologi Budaya.
  3. Isikan hasil pemetaan ke dalam tabel klasifikasi ruang lingkup yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus tradisi Sambatan, kelompokkan elemen-elemen praktik kebiasaan tersebut ke dalam kolom Ruang Lingkup Antropologi Sosial atau Ruang Lingkup Antropologi Budaya secara tepat pada tabel!

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 Kolom: Kolom 1 memuat 'Elemen Antropologi Sosial (Relasi Sosial, Pranata, Struktur)' dan Kolom 2 memuat 'Elemen Antropologi Budaya (Nilai, Simbol, Norma, Makna). Masing-masing kolom minimal diisi 2 unsur dari teks kasus.

Kegiatan 2: Mengintegrasikan Sudut Pandang Sosial dan Budaya dalam Fenomena

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil kerja Kegiatan 1
  • Buku catatan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati kembali elemen sosial dan budaya yang telah kamu petakan pada Kegiatan 1.
  2. Diskusikan bersama kelompok bagaimana unsur sosial (struktur relasi warga dan pranata RT) saling berpadu dan berhubungan timbal-balik dengan unsur budaya (sistem nilai gotong royong dan makna selamatan) dalam mempertahankan eksistensi tradisi Sambatan.
  3. Rumuskan sintesis keterpaduan tersebut ke dalam bentuk paragraf analisis integratif.

Pertanyaan:

1. Bagaimanakah integrasi antara ruang lingkup antropologi sosial (hubungan/struktur sosial masyarakat) dan antropologi budaya (nilai serta sistem makna) dapat menjelaskan alasan tradisi Sambatan tetap bertahan di tengah perkembangan zaman?

Satu bidang uraian paragraf analisis integratif (panjang sekitar 100-150 kata) yang mengaitkan relasi sosial dan sistem nilai budaya.

Kegiatan 3: Aplikasi Analisis Integratif pada Fenomena Budaya Lokal

Estimasi: 55 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Pengalaman/observasi budaya lokal murid
  • Papan tulis/lembar plano (jika presentasi kelompok)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah salah satu praktik kebiasaan/tradisi lokal yang ada di lingkungan sekitarmu (misalnya: tradisi rewang pernikahan, kerja bakti lingkungan, upacara bersih desa, atau tradisi syukuran panen).
  2. Analisislah fenomena tersebut dengan mengintegrasikan konsep dasar struktur/relasi sosial (antropologi sosial) dan sistem nilai/simbol (antropologi budaya).
  3. Tuliskan hasil telaah integratif kelompokmu dalam matriks integrasi, kemudian presentasikan secara ringkas.
  4. Selesaikan kegiatan dengan menjawab pertanyaan refleksi individu/kelompok pada akhir pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Tuliskan nama praktik kebiasaan lokal yang kamu pilih, lalu buatlah analisis integratif yang memadukan peran struktur/relasi sosial masyarakat dengan sistem nilai/simbol budaya yang melandasinya!

Matriks Uraian 4 Bagian: (1) Nama Fenomena Kebiasaan Budaya Lokal; (2) Analisis Aspek Sosial (Struktur, Relasi, Organisasi); (3) Analisis Aspek Budaya (Nilai, Simbol, Kepercayaan); (4) Sintesis Integrasi (Bagaimana keduanya berpadu menjelaskan fenomena). Dilanjutkan dengan kolom refleksi.

REFLEKSI

1. Bagaimana penggabungan sudut pandang antropologi sosial dan antropologi budaya membantumu melihat kebiasaan masyarakat secara lebih utuh dibanding hanya melihat salah satu sudut pandang?

2. Apa tantangan yang kamu hadapi saat mencoba mengintegrasikan aspek relasi sosial dengan sistem nilai budaya pada fenomena di sekitarmu?

3. Satu wawasan baru apa yang kamu peroleh hari ini tentang makna di balik kebiasaan masyarakat yang sering kamu jumpai?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.