LKPDPertemuan 15Bab 5Fase FSemester 2

LKPD Antropologi Kelas 11: Mengaplikasikan Pendekatan Emik (Sudut Pandang Pelaku) dalam Praktik Penelitian Sederhana

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Mengaplikasikan Pendekatan Emik (Sudut Pandang Pelaku) dalam Praktik Penelitian Sederhana".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Mengaplikasikan Pendekatan Emik (Sudut Pandang Pelaku) dalam Praktik Penelitian Sederhana

Antropologi - Kelas 11

Bab 5 Pertemuan 15

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengaplikasikan Pendekatan Emik (Sudut Pandang Pelaku) dalam Praktik Penelitian Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengaplikasikan Pendekatan Emik (Sudut Pandang Pelaku) dalam Praktik Penelitian Sederhana
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengaplikasikan pendekatan emik dan etik dalam praktik penelitian etnografi sederhana serta merefleksikan pengalamannya

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat secara mandiri maupun bersama pasangan kerja.
  • Terapkan pendekatan emik (menggali makna berdasarkan sudut pandang pelaku/orang dalam) dan pendekatan etik (menggunakan kerangka konseptual pengamat/peneliti).
  • Tuliskan hasil kerja, catatan lapangan, dan refleksi pada format tabel atau ruang yang telah disediakan secara jujur dan objektif.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Membedakan dan Mengonversi Data Lapangan: Emik vs Etik

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks catatan lapangan singkat mengenai tradisi membawa bekal bersama saat istirahat sekolah berikut: 'Sejumlah murid selalu makan siang bersama dari satu wadah besar yang sama di sudut koridor. Seorang pengamat luar mencatat bahwa perilaku tersebut adalah bentuk adaptasi efisiensi konsumsi makanan dan pemenuhan gizi kelompok (etik). Sementara itu, murid yang terlibat menjelaskan bahwa mereka melakukannya karena merasa sungkan dan tidak kompak jika makan sendiri-sendiri, serta wadah bersama adalah simbol rasa sedulur/kebersamaan antarsahabat (emik).'
  2. Lakukan analisis data untuk memilah pernyataan berbasis emik dan etik.
  3. Isilah tabel perbandingan data emik dan etik sesuai format yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan catatan lapangan di atas, identifikasi dan tuliskan pernyataan yang mencerminkan pendekatan emik dan pendekatan etik ke dalam tabel klasifikasi!

Ruang tabel jawaban

2. Jika kamu bertindak sebagai peneliti etnografi, aplikasikan pendekatan emik dengan menyusun 2 pertanyaan wawancara mendalam kepada murid tersebut untuk memperdalam makna 'rasa sedulur' menurut pandangan mereka!

Format tabel 3 kolom untuk nomor 1: Kolom 1 (Kategori Pendekatan: Emik / Etik), Kolom 2 (Kutipan/Data dari Catatan Lapangan), Kolom 3 (Alasan Pengkategorian). Format nomor 2: Daftar bernomor 1 dan 2 berisi rumusan pertanyaan wawancara mendalam berbasis sudut pandang pelaku.

Kegiatan 2: Praktik Mini Etnografi: Wawancara Mendalam dan Dokumentasi Emik-Etik

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan lapangan/kertas kerja
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk pasangan bersama rekan sebangkumu. Satu orang berperan sebagai peneliti etnografi dan satu orang berperan sebagai informan/pelaku budaya.
  2. Pilihlah salah satu kebiasaan khas sekolah/keseharian yang nyata (misalnya: ritual persiapan sebelum ujian, kebiasaan nongkrong di kantin tertentu, atau tradisi panggilan akrab di kelas).
  3. Lakukan wawancara singkat (10 menit) untuk mencatat ungkapan verbatim/makna asli informan (data emik), lalu buat catatan interpretasi peneliti secara objektif (data etik).
  4. Bertukarlah peran sehingga kedua murid mempraktikkan keterampilan penggalian data emik dan perumusan data etik.

Pertanyaan:

1. Tuliskan hasil aplikasi penelitian etnografi sederhana kalian ke dalam matriks data yang memuat: fenomena yang diteliti, kutipan ungkapan informan (data emik), dan deskripsi penjelasan peneliti (data etik)!

Ruang tabel jawaban

Format matriks 4 baris/kolom: Baris 1: Fokus Fenomena Kebudayaan Sekolah; Baris 2: Data Emik (kata-kata langsung/makna informan); Baris 3: Data Etik (deskripsi analitis peneliti); Baris 4: Simpulan Hubungan Emik dan Etik.

Kegiatan 3: Aplikasi Analisis Terpadu dan Refleksi Pengalaman Lapangan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tinjau kembali data emik dan etik yang berhasil dikumpulkan pada Kegiatan 2.
  2. Jawablah pertanyaan evaluatif mengenai keterpaduan emik dan etik dalam memahami kebudayaan.
  3. Kerjakan refleksi personal mengenai pengalaman dan tantangan saat memosisikan diri menggunakan sudut pandang orang dalam (emik) versus pengamat (etik), termasuk penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan praktik mini etnografi yang telah dilakukan, jelaskan bagaimana pendekatan emik membantu peneliti menghindari prasangka (bias) pribadi terhadap kebiasaan yang diteliti!

2. Tuliskan refleksi pengalamanmu: apa tantangan terbesar yang kamu rasakan saat harus menahan asumsi pribadi demi menangkap sudut pandang asli informan (emik), dan bagaimana kamu mengatasi tantangan tersebut saat praktik lapangan?

Format uraian naratif terstruktur untuk nomor 1 dan 2 dengan alokasi masing-masing 1 paragraf (4-6 kalimat).

REFLEKSI

1. Apakah selama wawancara kamu mampu mendengarkan penuturan informan secara utuh tanpa menyela dengan pendapat pribadimu? Mengapa sikap tersebut penting bagi seorang etnografer?

2. Bagaimana pengalaman menerapkan pendekatan emik ini mengubah caramu memandang kebiasaan atau perilaku orang lain di sekitarmu yang semula tampak aneh atau berbeda?

3. Langkah apa yang akan kamu perbaiki agar catatan lapangan etnografimu di masa mendatang lebih akurat dalam menangkap makna dari sudut pandang pelaku?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.