LKPDPertemuan 9Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Problematika Hambatan Komunikasi Antarbahasa dalam Masyarakat Multikultural

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Problematika Hambatan Komunikasi Antarbahasa dalam Masyarakat Multikultural".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Problematika Hambatan Komunikasi Antarbahasa dalam Masyarakat Multikultural

Antropologi - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Problematika Hambatan Komunikasi Antarbahasa dalam Masyarakat Multikultural

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Problematika Hambatan Komunikasi Antarbahasa dalam Masyarakat Multikultural
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis problematika keberagaman bahasa sebagai realitas dalam kehidupan masyarakat yang multikultural

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap teks studi kasus dan instruksi lembar kerja dengan cermat.
  • Bekerjalah secara mandiri dan berkolaborasi dalam kelompok diskusi terarah sesuai alur penugasan.
  • Fokuskan analisis kalian pada faktor pemicu, bentuk hambatan komunikasi antarbahasa, serta dampaknya terhadap relasi sosial dalam masyarakat multikultural.
  • Tuliskan hasil analisis kalian pada format lembar kerja yang telah disediakan secara ringkas dan berbasis data/fakta dari kasus.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Unsur Hambatan Komunikasi Antarbahasa

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Alat tulis
  • Teks studi kasus interaksi antarbahasa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah secara mendalam kasus interaksi multikultural berikut: 'Di sebuah pasar tradisional wilayah perbatasan kota, pedagang pendatang asal Jawa Tengah bertransaksi dengan pembeli lokal berlatar suku Sunda. Ketika pembeli menanyakan harga sebuah komoditas, penjual menjawab 'atos', yang dalam bahasa Jawa bermakna 'keras' (merujuk pada kondisi barang), namun oleh pembeli Sunda dipahami sebagai 'sudah'. Kesalahpahaman arti kata ini memicu perdebatan panjang dan rasa tersinggung karena pembeli mengira transaksi ditolak secara sepihak.'
  2. Lakukan analisis terhadap unsur-unsur penyebab kesalahpahaman kebahasaan pada kasus tersebut.
  3. Isilah tabel analisis problematika komunikasi pada ruang jawaban yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Analisislah faktor semantik (perbedaan makna kata yang sama/homofon antarbahasa daerah) yang menjadi sumber pemicu kesalahpahaman pada kasus tersebut, serta jelaskan bagaimana perbedaan kode budaya bahasa mempengaruhi interpretasi kedua penutur!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan kasus tersebut, analisislah mengapa keberagaman bahasa daerah dapat menjadi problematika sosial jika penutur tidak memiliki kesadaran multibahasa (multilingual awareness)!

Tabel analisis 3 kolom: [Kata/Ungkapan Kunci] | [Perbedaan Makna Menurut Penutur & Mitra Tutur] | [Akar Penyebab Hambatan Semantik/Kultural], dilanjutkan kolom uraian analitis 3-4 kalimat untuk pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Analisis Kritis Hambatan Komunikasi dalam Ruang Publik Multikultural

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano/HVS
  • Spidol warna
  • Lembar bacaan kasus layanan publik

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bergabunglah dalam kelompok kerja yang terdiri atas 4-5 orang.
  2. Cermati studi kasus berikut: 'Sebuah puskesmas di kawasan transmigrasi menghadapi kendala ketika tenaga kesehatan pendatang yang hanya fasih berbahasa Indonesia formal melayani pasien lansia penduduk lokal yang hanya memahami dialek daerah setempat. Instruksi meminum obat dan keluhan rasa sakit sering tidak tersampaikan secara akurat, menimbulkan risiko kesalahan penanganan medis.'
  3. Diskusikan dan bedah problematika tersebut ke dalam 3 aspek analisis: (a) hambatan kebahasaan yang terjadi, (b) dinamika struktural/sosial yang menyertainya, dan (c) konsekuensi realitas multikultural terhadap akses pelayanan publik.
  4. Tuangkan hasil analisis kelompok ke dalam diagram sebab-akibat (fishbone) terstruktur pada lembar kerja.

Pertanyaan:

1. Lakukan analisis kritis: Apa saja hambatan kebahasaan struktural dan kultural yang dihadapi oleh kedua pihak dalam kasus pelayanan kesehatan tersebut?

2. Analisislah dampak sosial yang muncul apabila problematika hambatan bahasa dalam ruang pelayanan publik masyarakat multikultural ini terus dibiarkan!

Diagram alur analisis sebab-akibat dengan 4 kotak utama: [Faktor Kebahasaan] + [Faktor Kelembagaan] -> [Bentuk Hambatan Interaksi] -> [Dampak Sosial/Problematika Nyata].

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Menganalisis Korelasi Bahasa, Stereotip, dan Relasi Sosial

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara mandiri, cermati transkrip narasi berikut: 'Dalam diskusi kelompok kerja di sebuah universitas multikultural, mahasiswa suku X yang memiliki intonasi bicara datar dan nada suara tinggi sering disalahartikan sebagai orang yang marah atau kasar oleh mahasiswa suku Y yang terbiasa dengan intonasi lemah lembut. Akibatnya, mahasiswa suku Y memilih menarik diri dari kerja kelompok dan menolak berkolaborasi.'
  2. Analisis keterkaitan antara ciri prosodi/aksen bahasa daerah, pembentukan stereotip sosial, dan disintegrasi relasi antaretnis.
  3. Tuliskan temuan analisis kalian secara komparatif dan sistematis.

Pertanyaan:

1. Analisislah bagaimana perbedaan intonasi (ciri fonologis/prosodi) bahasa daerah dapat bertransformasi menjadi problematika stereotip dan prasangka antaretnis dalam masyarakat multikultural!

2. Sintesiskan hasil analisis kalian: Mengapa analisis terhadap problematika keberagaman bahasa merupakan kunci penting dalam memahami kerentanan konflik sosial di Indonesia?

Format uraian analitis 2 butir berstruktur: Pernyataan tesis analitis, bukti dari fenomena bahasa, dan penjelasan dampak pada relasi sosial.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis ketiga kasus problematika bahasa di atas, apa bentuk hambatan komunikasi antarbahasa yang paling sering kamu temui di lingkungan sekolah atau tempat tinggalmu?

2. Bagaimana kesadaran akan relativisme budaya membantumu membedakan antara hambatan kebahasaan murni dan prasangka sosial saat berinteraksi dengan orang dari etnis lain?

3. Bagian mana dari aktivitas analisis tadi yang paling menantang dalam membedah akar masalah keberagaman bahasa dalam masyarakat multikultural?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.