LKPDPertemuan 7Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Ragam Bahasa Sosial dalam Masyarakat Multikultur Melalui Prinsip Relativisme Budaya

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Ragam Bahasa Sosial dalam Masyarakat Multikultur Melalui Prinsip Relativisme Budaya".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Ragam Bahasa Sosial dalam Masyarakat Multikultur Melalui Prinsip Relativisme Budaya

Antropologi - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Ragam Bahasa Sosial dalam Masyarakat Multikultur Melalui Prinsip Relativisme Budaya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Ragam Bahasa Sosial dalam Masyarakat Multikultur Melalui Prinsip Relativisme Budaya
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis fenomena keanekaragaman bahasa dengan mengintegrasikan prinsip relativisme budaya secara kontekstual

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan stimulus dengan cermat bersama kelompokmu.
  • Gunakan kacamata antropologis, khususnya prinsip relativisme budaya (memahami fenomena budaya dari sudut pandang penuturnya tanpa menghakimi superior/inferior).
  • Fokuskan kerja kelompok pada analisis fenomena bahasa sesuai instruksi di tiap bagian.
  • Tuliskan hasil analisis secara runtut pada format lembar kerja yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Dekomposisi Fenomena Ragam Bahasa Sosial

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus ragam bahasa
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks kasus interaksi kebahasaan berikut:
  2. Teks Kasus: 'Di sebuah SMA multikultur, sekelompok murid pindahan dari daerah pesisir berbicara menggunakan intonasi tegas, volume relatif tinggi, dan partikel khas kedaerahan saat berdiskusi di kelas. Sebagian murid lain menganggap cara bicara tersebut kasar dan tidak sopan dibandingkan dengan gaya tutur santun berirama pelan ala pedalaman yang biasa digunakan di sekolah tersebut.'
  3. Analisis fenomena perbedaan tutur tersebut dengan mengurai latar belakang penutur dan pandangan stereotip yang muncul.
  4. Tuliskan hasil analisis pada tabel dekomposisi yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks kasus, analisislah faktor apa yang melatarbelakangi perbedaan ragam bahasa tutur antara murid pesisir dan murid pedalaman, serta analisislah mengapa penilaian 'kasar/tidak sopan' muncul dalam interaksi tersebut!

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 kolom: Kolom 1 memuat 'Faktor Latar Belakang Ragam Bahasa (Lingkungan Fisik & Nilai Budaya)', Kolom 2 memuat 'Analisis Penyebab Munculnya Label Kasar/Tidak Sopan (Bias Budaya)'.

Kegiatan 2: Analisis Komparatif Melalui Lensa Relativisme Budaya

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar analisis kelompok
  • Buku Siswa Antropologi Bab 4

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama kelompok cara membedah fenomena keanekaragaman bahasa dengan menerapkan prinsip relativisme budaya.
  2. Bandingkan dua cara pandang: cara pandang etnosentris (menghakimi ragam bahasa tertentu lebih rendah/kasar) versus cara pandang relativisme budaya (memahami ragam bahasa setara dan fungsional dalam konteksnya).
  3. Jawab pertanyaan analitis untuk menguraikan bagaimana prinsip relativisme budaya mendudukkan keanekaragaman bahasa secara adil.

Pertanyaan:

1. Analisislah fenomena ragam bahasa pada kasus Kegiatan 1 menggunakan prinsip relativisme budaya! Bagaimana prinsip tersebut menjelaskan keberadaan ragam bahasa murid pesisir dan murid pedalaman secara setara tanpa hierarki superior-inferior?

2. Lakukan analisis komparatif antara implikasi cara pandang etnosentrisme versus cara pandang relativisme budaya dalam memandang fenomena keanekaragaman bahasa di masyarakat multikultur!

Format uraian berbutir untuk Pertanyaan 1 (minimal 1 paragraf analisis mendalam). Format tabel perbandingan 2 kolom untuk Pertanyaan 2: Kolom 1 'Implikasi Pandangan Etnosentris', Kolom 2 'Implikasi Prinsip Relativisme Budaya'.

Kegiatan 3: Analisis Kontekstual Kasus Bahasa Gaul/Slang Remaja

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja analisis studi kasus 2

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati fenomena bahasa sosial kedua: 'Penggunaan bahasa gaul/slang oleh generasi muda di media sosial yang sering dinilai oleh generasi tua sebagai perusak tata bahasa baku dan mencerminkan kemunduran moral berbahasa.'
  2. Analisislah fenomena bahasa gaul tersebut dengan mengintegrasikan prinsip relativisme budaya secara kontekstual.
  3. Rumuskan simpulan analisis kelompokmu secara komprehensif, lalu selesaikan refleksi akhir pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Analisislah fungsi sosial bahasa gaul/slang di kalangan remaja perkotaan dan analisislah pandangan bahwa bahasa tersebut 'merusak bahasa' menggunakan prinsip relativisme budaya!

Format esai analisis analitis terstruktur (memuat: Identifikasi Konteks Penggunaan, Analisis Fungsi Sosial, dan Bedah Fenomena Berdasarkan Relativisme Budaya).

REFLEKSI

1. Bagaimana pemahaman mengenai prinsip relativisme budaya mengubah cara pandangmu saat mendengar seseorang berbicara dengan logat atau dialek yang berbeda dari kebiasaanmu?

2. Ketika kamu berada di situasi lingkungan bahasa yang baru, langkah analitis apa yang akan kamu gunakan agar tidak terjebak dalam penilaian etnosentris terhadap cara bertutur orang lain?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.