LKPDPertemuan 6Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Persebaran Bahasa di Nusantara Menggunakan Perspektif Relativisme Budaya

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Persebaran Bahasa di Nusantara Menggunakan Perspektif Relativisme Budaya".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Persebaran Bahasa di Nusantara Menggunakan Perspektif Relativisme Budaya

Antropologi - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Persebaran Bahasa di Nusantara Menggunakan Perspektif Relativisme Budaya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Persebaran Bahasa di Nusantara Menggunakan Perspektif Relativisme Budaya
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis fenomena keanekaragaman bahasa dengan mengintegrasikan prinsip relativisme budaya secara kontekstual

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus persebaran bahasa daerah di Nusantara secara saksama.
  • Bekerjalah secara mandiri atau diskusikan dalam kelompok sesuai arahan pada setiap kegiatan.
  • Gunakan kacamata relativisme budaya dalam menganalisis data kebahasaan: tidak ada bahasa yang lebih unggul atau lebih rendah dari bahasa lain, setiap bahasa bermakna dan fungsional sesuai konteks masyarakat penuturnya.
  • Tuliskan hasil analisis secara runtut pada format lembar kerja yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Fenomena Variasi Kosakata Kontekstual dalam Persebaran Bahasa Nusantara

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus keanekaragaman kosakata
  • Buku Siswa Antropologi Kelas XI
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks studi kasus perbandingan kosakata berikut: 'Masyarakat penutur bahasa di pesisir Kepulauan Maluku memiliki lebih dari 7 istilah spesifik untuk menyebut ragam kondisi gelombang laut dan arah angin, sedangkan bahasa Jawa di pedalaman agraris memiliki belasan istilah rinci untuk tahapan pengolahan padi (seperti gabah, beras, menir, sego). Fenomena ini kerap dinilai secara etnosentris bahwa bahasa masyarakat agraris lebih kaya daripada bahasa masyarakat pulau kecil, atau sebaliknya.'
  2. Analisislah fenomena perbedaan kosakata tersebut dengan menerapkan prinsip relativisme budaya.
  3. Tuliskan hasil analisismu pada tabel perbandingan analisis yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus di atas, analisislah keterkaitan antara kekayaan kosakata suatu bahasa daerah dengan lingkungan fisik/sosial penuturnya. Mengapa istilah maritim berkembang pesat di Maluku dan istilah agraris berkembang di pedalaman Jawa?

2. Analisislah pandangan yang menilai salah satu bahasa lebih 'maju' atau 'kaya' dibanding bahasa lain menggunakan prinsip relativisme budaya. Mengapa klaim hierarki kebahasaan tersebut keliru?

Format uraian analitis 2 kolom/blok: (1) Kolom Analisis Ekologis-Kontekstual (hubungan kosakata dan lingkungan hidup penutur), (2) Kolom Analisis Relativisme Budaya (pembongkaran bias hierarki kebahasaan).

Kegiatan 2: Analisis Fenomena Penilaian Sosial (Stigma) terhadap Dialek Daerah di Nusantara

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar bacaan studi dialektologi sosial
  • Kertas plano/catatan kelompok
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi fenomena persebaran dialek berikut: 'Persebaran dialek bahasa Jawa memunculkan ragam dialek standar (seperti dialek Solo-Yogya yang sering dianggap halus) dan dialek periferi/pesisir (seperti dialek Banyumasan/Ngapak atau dialek Surabaya yang kerap distigmatisasi kasar atau lucu dalam tayangan media populer). Fenomena serupa terjadi pada ragam bahasa Melayu/Indonesia dialek Papua dan dialek Medan yang sering dinilai kurang formal atau keras oleh penutur di ibu kota.'
  2. Lakukan analisis kritis dalam kelompok untuk membedah akar stigma dan memposisikan keberagaman dialek tersebut melalui prinsip relativisme budaya.
  3. Isilah tabel analisis evaluasi dialek pada ruang jawaban yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis kritis mengenai fenomena perbedaan anggapan dialek tersebut ke dalam tabel berikut: (a) Identifikasi bentuk stigma sosial pada dialek non-standar, (b) Analisis faktor sosio-historis pembentuk anggapan dialek 'standar vs kasar', dan (c) Rekonstruksi analisis berdasarkan prinsip relativisme budaya.

Ruang tabel jawaban

2. Bagaimanakah prinsip relativisme budaya memandang fenomena keanekaragaman dialek dalam persebaran bahasa daerah di Indonesia? Rangkumlah simpulan analisismu dalam 2-3 butir penalaran.

Format tabel 3 kolom: Kolom 1 (Dialek & Bentuk Penilaian Sosial), Kolom 2 (Analisis Faktor Penyebab Bias Sosial-Historis), Kolom 3 (Hasil Analisis Relativisme Budaya Kontekstual), dilanjutkan kotak ringkasan simpulan analitis.

Kegiatan 3: Investigasi Kasus Kontak Bahasa dan Analisis Relativisme Kultural di Ruang Publik

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Kasus dinamika bahasa multikultural
  • Lembar kerja peserta didik
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan kasus kontak bahasa akibat persebaran penduduk: 'Di kota-kota multikultural seperti Samarinda, Sorong, atau Medan, terjadi fenomena kreolisasi, pidginisasi, atau alih kode (code-mixing) antara bahasa daerah setempat, bahasa daerah pendatang, dan bahasa Indonesia. Sebagian kalangan menilai fenomena ini sebagai 'perusakan bahasa asli' atau 'bahasa yang tidak tertib'.'
  2. Analisislah fenomena dinamika percampuran bahasa akibat persebaran dan interaksi antarbudaya tersebut dengan mengintegrasikan prinsip relativisme budaya.
  3. Selesaikan butir analisis dan kerjakan refleksi akhir pembelajaran pada alokasi waktu yang tersedia (termasuk transisi dan penutup).

Pertanyaan:

1. Analisislah fenomena percampuran bahasa (alih kode/bahasa kontak) di daerah pertemuan persebaran budaya multikultural. Mengapa fenomena tersebut tidak boleh langsung dihakimi sebagai fenomena 'perusakan bahasa' bila ditinjau dari prinsip relativisme budaya?

2. Berdasarkan keseluruhan analisis keanekaragaman dan persebaran bahasa di Nusantara yang telah kamu lakukan, analisislah peran prinsip relativisme budaya dalam mencegah konflik antar-kelompok bahasa di Indonesia.

Format uraian terstruktur: Paragraf 1 untuk analisis fenomena kontak bahasa dan pembongkaran label perusakan bahasa; Paragraf 2 untuk analisis dampak relativisme budaya dalam mencegah konflik kebahasaan.

REFLEKSI

1. Bagaimana sudut pandangmu berubah ketika mendengar seseorang berbicara dengan logat atau dialek daerah yang sebelumnya kamu anggap aneh atau asing setelah memahami prinsip relativisme budaya?

2. Dalam situasi sehari-hari di lingkungan sekolah atau tempat tinggalmu yang beragam bahasanya, perilaku komunikasi konkret apa yang menunjukkan bahwa kamu telah menerapkan prinsip relativisme budaya?

3. Bagian mana dari analisis fenomena keanekaragaman bahasa hari ini yang paling membuka wawasanmu tentang keterkaitan antara budaya dan bahasa manusia?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.