LKPDPertemuan 15Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Antropologi Kelas 11: Menerapkan Prinsip Relativisme Budaya dalam Menggunakan Bahasa Santun Lintas Budaya di Sekolah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menerapkan Prinsip Relativisme Budaya dalam Menggunakan Bahasa Santun Lintas Budaya di Sekolah".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menerapkan Prinsip Relativisme Budaya dalam Menggunakan Bahasa Santun Lintas Budaya di Sekolah

Antropologi - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 15

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menerapkan Prinsip Relativisme Budaya dalam Menggunakan Bahasa Santun Lintas Budaya di Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenerapkan Prinsip Relativisme Budaya dalam Menggunakan Bahasa Santun Lintas Budaya di Sekolah
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan prinsip relativisme budaya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman bahasa di komunitas

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan instruksi pada setiap kegiatan dengan saksama.
  • Bekerjalah secara kolaboratif bersama teman kelompokmu untuk mendiskusikan setiap skenario interaksi bahasa lintas budaya.
  • Gunakan sudut pandang relativisme budaya, yaitu memandang dan menilai praktik kebahasaan berdasarkan konteks norma dan latar belakang budaya penuturnya sendiri, bukan menghakiminya dengan ukuran budayamu semata.
  • Tuliskan hasil kerja kelompok pada kolom atau ruang jawaban yang telah disediakan secara ringkas dan lugas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aplikasi Relativisme Budaya pada Perbedaan Gaya Tutur Sehari-hari

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati narasi singkat berikut: 'Di lingkungan sekolah multikultural SMA Harapan Bangsa, Binsar (berlatar belakang budaya Batak Toba) berbicara dengan nada vokal yang tegas, intonasi tinggi, dan lugas saat menyampaikan usul kerja kelompok. Ningsih (berlatar belakang budaya Jawa) mengira Binsar sedang marah atau kasar kepadanya, padahal dalam norma budaya Binsar, berbicara tegas dan lugas adalah tanda ketulusan, kejelasan, dan keterusterangan.'
  2. Terapkan prinsip relativisme budaya untuk menanggapi situasi tersebut sesuai kedua pertanyaan berikut.
  3. Tuliskan jawaban langsung pada ruang uraian yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Terapkan prinsip relativisme budaya dalam merumuskan tindakan pemahaman yang perlu diambil oleh Ningsih agar tidak salah menilai cara berbicara Binsar.

2. Terapkan prinsip relativisme budaya dalam menentukan tindakan penyesuaian berbahasa yang santun lintas budaya yang dapat dilakukan Binsar ketika berinteraksi di ruang kelas yang beragam.

Tuliskan jawaban pada format paragraf uraian singkat (masing-masing 3-4 kalimat) di bawah teks skenario.

Kegiatan 2: Menerapkan Sikap Relativisme Budaya terhadap Kosakata Lintas Daerah

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel analisis
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Di lingkungan pergaulan sekolah dan komunitas, sering kali terdapat kata dari bahasa daerah yang memiliki kemiripan bunyi namun memiliki nilai kesantunan atau makna berbeda di daerah lain.
  2. Cermati tabel interaksi kebahasaan berikut yang memuat 2 kasus penggunaan kata daerah dalam pergaulan di sekolah.
  3. Lengkapilah kolom 'Penerapan Prinsip Relativisme Budaya' dengan tindakan nyata yang harus diambil warga sekolah untuk menghargai keberagaman bahasa tersebut tanpa saling merendahkan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut dengan tindakan penerapan prinsip relativisme budaya terhadap 2 kasus kebahasaan yang disajikan:

  • Kasus A: Kata 'cokot' dalam bahasa Sunda berarti 'ambil', sedangkan dalam bahasa Jawa berarti 'gigit'. Seorang murid Sunda meminta tolong: 'Tolong cokotkan pulpen itu'.
  • Kasus B: Kata 'banci' dalam bahasa Bali berarti 'hitung/mendaftar' (pembancian), namun memiliki konotasi cemoohan dalam bahasa gaul perkotaan.
Ruang tabel jawaban

Isikan jawaban pada tabel dengan format: [Kolom 1: Kasus Kebahasaan] [Kolom 2: Makna Kontekstual Asal] [Kolom 3: Tindakan Penerapan Relativisme Budaya dalam Berinteraksi].

Kegiatan 3: Penerapan Respons Santun Berperspektif Relativisme Budaya

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Catatan kelompok

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah skenario percakapan singkat berikut: Seorang siswa pindahan dari Nusa Tenggara Timur menggunakan partikel penegas 'ko' dan struktur kalimat dialek lokalnya saat bertanya kepada panitia OSIS: 'Ko kenapa tidak kasih tahu saya duluan?'. Panitia OSIS sempat tersentak karena mengira siswa tersebut membentak dan tidak sopan.
  2. Diskusikan dalam kelompok dan tentukan rumusan respons lisan serta sikap nyata panitia OSIS yang menerapkan prinsip relativisme budaya.
  3. Tuliskan rumusan respons tersebut sesuai pertanyaan yang diberikan.

Pertanyaan:

1. Rumuskan kalimat respons lisan yang santun dan terbuka dari panitia OSIS yang mencerminkan penerapan prinsip relativisme budaya terhadap penggunaan bahasa siswa pindahan tersebut.

2. Tentukan 2 tindakan nyata panitia OSIS dalam pergaulan sehari-hari di sekolah untuk menerapkan penghargaan terhadap keragaman dialek teman-temannya.

Tuliskan kalimat respons pada kolom isian dialog (1-2 kalimat) dan uraikan 2 tindakan nyata pada poin 1 dan 2.

REFLEKSI

1. Kapan terakhir kali kamu merasa cara bicaramu atau cara bicara orang lain disalahpahami di sekolah karena perbedaan latar budaya?

2. Bagaimana penerapan prinsip relativisme budaya membantumu menjadi pribadi yang lebih santun dan menghargai keberagaman bahasa di sekitarmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.