LKPDPertemuan 13Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Antropologi Kelas 11: Menerapkan Prinsip Relativisme Budaya Berupa Sikap Terbuka terhadap Ragam Dialek di Kelas

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menerapkan Prinsip Relativisme Budaya Berupa Sikap Terbuka terhadap Ragam Dialek di Kelas".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menerapkan Prinsip Relativisme Budaya Berupa Sikap Terbuka terhadap Ragam Dialek di Kelas

Antropologi - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 13

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menerapkan Prinsip Relativisme Budaya Berupa Sikap Terbuka terhadap Ragam Dialek di Kelas

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenerapkan Prinsip Relativisme Budaya Berupa Sikap Terbuka terhadap Ragam Dialek di Kelas
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan prinsip relativisme budaya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman bahasa di komunitas

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat sebelum menjawab pertanyaan.
  • Bekerjalah secara mandiri pada kegiatan awal, lalu diskusikan respon penerapan bersama teman kelompok pada kegiatan berikutnya.
  • Gunakan sudut pandang relativisme budaya (memahami keberagaman bahasa dan dialek sesuai konteks budayanya sendiri tanpa menghakimi lebih tinggi atau rendah).
  • Tuliskan seluruh hasil tindakan dan respon praktis pada format tabel atau ruang yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Respon Relativisme Budaya terhadap Ragam Dialek di Kelas

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar kerja peserta didik

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati dua ilustrasi interaksi kebahasaan di lingkungan kelas/sekolah berikut ini:
  2. Kasus A: Bayu, murid pindahan dari Tegal, berbicara dengan intonasi medok dan menggunakan kosa kata dialek Banyumasan saat menjawab pertanyaan guru di depan kelas. Beberapa murid lain menertawakan logat tersebut.
  3. Kasus B: Siti, murid asal Medan, terbiasa berbicara dengan nada tegas, lugas, dan volume cukup tinggi. Teman sebangkunya merasa tersinggung dan mengira Siti sedang marah-marah.
  4. Tentukan tindakan nyata yang menerapkan prinsip relativisme budaya untuk menanggapi masing-masing situasi tersebut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Kasus A, tuliskan 1 tindakan konkret yang kamu terapkan untuk menunjukkan sikap terbuka dan menghargai dialek Bayu!

2. Berdasarkan Kasus B, tuliskan 1 tindakan konkret yang kamu terapkan untuk membantu teman sebangku memahami gaya tutur Siti dengan prinsip relativisme budaya!

Tuliskan jawaban uraian tindakan konkret pada kolom teks yang disediakan dengan panjang masing-masing 2-4 kalimat.

Kegiatan 2: Simulasi Tindakan Penerapan Relativisme Budaya dalam Interaksi Sehari-hari

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Tabel respon penerapan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bergabunglah dalam kelompok yang beranggotakan 4 orang.
  2. Baca tiga situasi penggunaan dialek/bahasa daerah di lingkungan pergaulan remaja pada tabel berikut.
  3. Diskusikan dan rumuskan satu respon tindakan etnosentris (yang harus dihindari) dan satu respon tindakan berdasarkan relativisme budaya (yang wajib diterapkan) untuk masing-masing situasi.
  4. Tuliskan hasil keputusan kelompok ke dalam tabel respon penerapan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel analisis tindakan untuk situasi:

  1. Teman sering menyelipkan partikel khas daerahnya (misal: 'ta', 'ji', 'ji', 'mah') saat bercakap-cakap santai;
  2. Teman keliru memilih kata karena perbedaan makna homonim antardaerah;
  3. Teman merasa minder dan takut berbicara di kelas karena takut dialek aslinya terdengar aneh.
Ruang tabel jawaban

Format tabel 4 kolom: Kolom 1 (No & Situasi), Kolom 2 (Deskripsi Situasi), Kolom 3 (Respon Etnosentris/Dihindari), Kolom 4 (Respon Penerapan Relativisme Budaya/Diterapkan).

Kegiatan 3: Penyusunan Komitmen Aksi Penerapan Sikap Terbuka terhadap Dialek di Kelas

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar refleksi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara individu, rumuskan rencana tindakan nyata yang akan kamu terapkan langsung dalam pergaulan di kelas selama semester ini.
  2. Rencana harus memuat komitmen lisan/perilaku spesifik saat berhadapan dengan perbedaan dialek dan bahasa teman di lingkungan sekolah/komunitas.
  3. Jawab pertanyaan evaluasi penerapan serta ikuti refleksi dan penutupan pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 2 poin komitmen tindakan nyata yang akan kamu terapkan saat mendengar teman berbicara menggunakan dialek daerah yang berbeda dari dialekmu!

2. Jika kamu menyaksikan seorang teman diejek karena dialek bahasanya di lingkungan sekolah, apa tindakan tegas dan persuasif yang akan kamu terapkan?

Tuliskan 2 butir komitmen tindakan pada format poin isian (1 dan 2), serta tuliskan uraian tindakan pembelaan persuasif dalam 1 paragraf singkat (3-4 kalimat).

REFLEKSI

1. Apakah selama ini kamu pernah merasa bahwa dialek/bahasa daerahmu lebih baik atau lebih netral dibandingkan dialek teman lain? Mengapa?

2. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil merumuskan tindakan penerapan relativisme budaya terhadap keragaman bahasa teman-temanmu di kelas?

3. Langkah apa yang paling menantang bagimu saat harus menerapkan sikap terbuka terhadap dialek yang belum pernah kamu dengar sebelumnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.