LKPDPertemuan 12Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Problematika Dominasi Bahasa Utama terhadap Bahasa Daerah di Era Digital

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Problematika Dominasi Bahasa Utama terhadap Bahasa Daerah di Era Digital".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Problematika Dominasi Bahasa Utama terhadap Bahasa Daerah di Era Digital

Antropologi - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 12

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Problematika Dominasi Bahasa Utama terhadap Bahasa Daerah di Era Digital

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Problematika Dominasi Bahasa Utama terhadap Bahasa Daerah di Era Digital
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis problematika keberagaman bahasa sebagai realitas dalam kehidupan masyarakat yang multikultural

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan instruksi pada setiap aktivitas dengan cermat.
  • Bekerjalah secara mandiri dan kolaboratif sesuai instruksi kerja pada tiap tahapan.
  • Fokuskan analisis kalian pada problematika keberagaman bahasa di tengah masyarakat multikultural, khususnya pergeseran penggunaan bahasa daerah di era digital.
  • Tuliskan hasil analisis kalian secara runtut dan sistematis pada ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Pola dan Faktor Penurunan Bahasa Daerah di Media Sosial

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus pada LKPD
  • Alat tulis/kertas

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks studi kasus singkat berikut: 'Di sebuah kota multikultural X, generasi muda aktif berkomunikasi menggunakan gawai. Survei mini sekolah menunjukkan bahwa 85% percakapan digital harian antarsiswa menggunakan bahasa nasional gaul (bahasa utama) atau campuran istilah asing, sementara kosakata bahasa daerah (seperti ragam hormat/undha usuk dan kosakata lokal) jarang sekali muncul di ruang obrolan online maupun takarir medsos karena dianggap kaku dan kuno.'
  2. Lakukan analisis faktor penyebab dominasi bahasa utama dan dampaknya terhadap keberagaman bahasa lokal dengan menjawab pertanyaan di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus, analisislah 2 (dua) faktor utama yang menyebabkan bahasa utama lebih mendominasi percakapan digital generasi muda dibandingkan bahasa daerah!

2. Lengkapi tabel analisis problematika berikut untuk mengidentifikasi wujud masalah bahasa daerah di era digital beserta bukti realitas sosiolinguistiknya!

Ruang tabel jawaban

Untuk Pertanyaan 1: Tulis uraian minimal 2 paragraf analitis. Untuk Pertanyaan 2: Isi tabel 2 kolom berikut:
- Kolom 1: Problematika Keberagaman Bahasa Daerah
- Kolom 2: Bukti Realitas Sosiolinguistik di Era Digital

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Analisis Relasi Dominasi Bahasa Utama dan Keberagaman Kultural

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar diskusi
  • Catatan kajian antropologi bahasa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok diskusi kecil (3-4 orang).
  2. Diskusikan hubungan sebab-akibat antara dominasi bahasa utama (nasional/global) terhadap eksistensi bahasa daerah dalam realitas masyarakat multikultural.
  3. Analisis kasus asimilasi bahasa menggunakan panduan pertanyaan analisis kritis di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Dalam masyarakat multikultural, bahasa nasional berperan sebagai pemersatu, namun di sisi lain dominasinya di media digital dapat memicu pergeseran bahasa (language shift). Analisislah bagaimana ketegangan fungsi ini menjadi problematika keberagaman kultural!

2. Diskusikan dan analisislah mengapa generasi muda dari latar belakang etnis minoritas di lingkungan perkotaan multikultural cenderung memilih tidak mewariskan bahasa daerahnya di ruang publik digital!

Tuliskan hasil telaah dan kesepakatan diskusi kelompok dalam lembar kerja berupa rangkuman analisis komparatif-kritis (maksimal 300 kata).

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Matriks Analisis Dampak dan Refleksi Kritis

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar matriks analisis
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara individu, petakan dampak dominasi bahasa terhadap berbagai aspek realitas masyarakat multikultural ke dalam matriks analisis.
  2. Kerjakan tahapan refleksi pembelajaran mendalam di akhir kegiatan untuk mengevaluasi pemahaman kalian terhadap problematika keberagaman bahasa (estimasi waktu sudah mencakup analisis matriks, pengisian refleksi mandiri, dan penutup kelas).

Pertanyaan:

1. Lengkapi matriks analisis mengenai dampak dominasi bahasa utama terhadap kelestarian keanekaragaman bahasa daerah pada dimensi: (a) Transmisi Antargenerasi, (b) Ketahanan Budaya Lokal, dan (c) Dinamika Relasi Antaretnis!

Ruang tabel jawaban

Isi matriks 3 baris: Baris 1 (Dimensi Transmisi Antargenerasi), Baris 2 (Dimensi Ketahanan Budaya Lokal), Baris 3 (Dimensi Dinamika Relasi Antaretnis). Masing-masing baris menjelaskan rumusan dampak analitis secara terperinci.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis problematika dominasi bahasa utama terhadap bahasa daerah, kesadaran baru apa yang kalian dapatkan tentang status bahasa daerah dalam pergaulan multikultural saat ini?

2. Di ranah mana saja dalam aktivitas digital sehari-harimu kamu masih menemui atau menggunakan bahasa daerah, dan kendala apa yang kamu rasakan saat menggunakannya?

3. Bagaimana pemahaman konsep tentang problematika bahasa ini mengubah caramu memandang perbedaan dialek dan bahasa teman-temanmu di sekolah?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.