LKPDPertemuan 11Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Ancaman Kepunahan Bahasa Minoritas sebagai Problematika Kebudayaan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Ancaman Kepunahan Bahasa Minoritas sebagai Problematika Kebudayaan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Ancaman Kepunahan Bahasa Minoritas sebagai Problematika Kebudayaan

Antropologi - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 11

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Ancaman Kepunahan Bahasa Minoritas sebagai Problematika Kebudayaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Ancaman Kepunahan Bahasa Minoritas sebagai Problematika Kebudayaan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis problematika keberagaman bahasa sebagai realitas dalam kehidupan masyarakat yang multikultural

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah teks kasus dan instruksi kerja dengan cermat dan saksama.
  • Bekerjalah secara kolaboratif bersama teman kelompokmu untuk mengurai problematika kebahasaan.
  • Fokuskan analisis pada penyebab, dampak budaya, dan dinamika sosial masyarakat multikultural sesuai panduan tabel dan pertanyaan yang disediakan.
  • Tuliskan hasil telaahmu pada format ruang jawaban yang telah ditentukan secara lugas dan kritis.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Dekomposisi Faktor Problematika Bahasa Minoritas

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus
  • Alat tulis
  • Lembar kerja peserta didik

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi singkat kasus kebahasaan berikut: 'Di sebuah wilayah multikultural pesisir timur Indonesia, Bahasa Daerah X yang dituturkan oleh komunitas minoritas lokal kini hanya aktif digunakan oleh generasi kakek-nenek (di atas 60 tahun). Generasi muda beralih menggunakan bahasa mayoritas regional dan bahasa nasional karena tuntutan ekonomi, migrasi masuk kelompok penutur lain, perkawinan campur, ketiadaan transmisi bahasa di lingkungan keluarga, serta anggapan sosial bahwa bahasa daerah tersebut kurang bergengsi.'
  2. Lakukan analisis kritis untuk membedah akar permasalahan dari fenomena di atas ke dalam aspek-aspek pembentuknya.
  3. Lengkapilah tabel analisis faktor penyebab problematika bahasa minoritas pada lembar kerja.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi kasus, analisislah 3 faktor utama (faktor demografis/sosial, faktor ekonomi/mobilitas, dan faktor psikososial/sikap bahasa) yang memicu keterancaman bahasa minoritas tersebut, lalu jelaskan mekanisme bagaimana masing-masing faktor menyebabkan bahasa ditinggalkan penuturnya!

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 baris berisi kolom: [Faktor Problematika], [Bukti/Kondisi dalam Kasus], [Mekanisme Terdesaknya Bahasa Minoritas].

Kegiatan 2: Analisis Kausalitas Dampak terhadap Realitas Multikultural

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Antropologi Bab 4
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lanjutkan analisis dari Kegiatan 1 dengan mengkaji hubungan sebab-akibat antara pudarnya bahasa minoritas terhadap kebudayaan masyarakat.
  2. Diskusikan dalam kelompok mengenai makna bahasa sebagai penyimpan sistem pengetahuan lokal (local knowledge/wisdom).
  3. Jawablah pertanyaan uraian analitis berikut mengenai problematika budaya yang muncul saat keberagaman bahasa terkikis.

Pertanyaan:

1. Analisislah hubungan keterkaitan antara pudarnya penutur bahasa minoritas dengan hilangnya pengetahuan ekologis tradisional (seperti istilah flora-fauna lokal atau sistem navigasi adat) dalam masyarakat multikultural!

2. Dalam realitas masyarakat multikultural yang hierarkis, analisislah mengapa dominasi satu bahasa mayoritas atas bahasa-bahasa minoritas dapat memicu masalah ketidaksetaraan sosial dan marginalisasi budaya!

Format uraian analitis berstruktur 2-3 paragraf per nomor pada kolom bergaris yang disediakan.

Kegiatan 3: Komparasi Kritis dan Evaluasi Problematika Bahasa

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks pandangan komparasi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara berpasangan, bandingkan dua kutipan pandangan masyarakat berikut: Pandangan A ('Keberagaman bahasa daerah itu merepotkan dan memicu sekat sosial, lebih baik masyarakat multikultural menggunakan satu bahasa seragam untuk semua ranah'); Pandangan B ('Keberagaman bahasa adalah kekayaan intelektual kolektif bangsa yang harus dirawat keberadaannya berdampingan dengan bahasa persatuan').
  2. Analisislah kelemahan argumentasi Pandangan A dan kuatkan keabsahan analisis Pandangan B ditinjau dari realitas antropologis.
  3. Selesaikan kegiatan termasuk evaluasi kelompok, transisi kelas, serta refleksi penutup.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan analisis problematika keberagaman bahasa, uraikan kritik analitis terhadap Pandangan A (mengapa penyeragaman bahasa justru mengancam identitas masyarakat majemuk) dan perkuat Pandangan B dengan menganalisis bagaimana bahasa minoritas dan bahasa persatuan dapat menjalankan fungsi komplementer!

Kolom komparasi analitis terbagi dua: [Kritik Analitis terhadap Penyeragaman Bahasa] dan [Analisis Peran Komplementer Keberagaman Bahasa].

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis problematika kepunahan bahasa minoritas, bagaimana posisi bahasa daerah yang kamu kuasai atau ada di sekitarmu saat ini dalam pergaulan multikultural?

2. Faktor apa yang menurutmu paling menantang dalam menjaga keberlangsungan bahasa minoritas di tengah dominasi media digital dan pergaulan masa kini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.