LKPDPertemuan 10Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Fenomena Prasangka dan Stereotip Bahasa Daerah dalam Interaksi Multikultural

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Fenomena Prasangka dan Stereotip Bahasa Daerah dalam Interaksi Multikultural".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Fenomena Prasangka dan Stereotip Bahasa Daerah dalam Interaksi Multikultural

Antropologi - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Fenomena Prasangka dan Stereotip Bahasa Daerah dalam Interaksi Multikultural

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Fenomena Prasangka dan Stereotip Bahasa Daerah dalam Interaksi Multikultural
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis problematika keberagaman bahasa sebagai realitas dalam kehidupan masyarakat yang multikultural

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan stimulus yang disediakan secara saksama.
  • Bekerjalah secara mandiri atau berpasangan sesuai petunjuk pada tiap tahapan kegiatan.
  • Fokuskan analisis kalian pada pembongkaran faktor penyebab, bentuk problematika, dan dampak keberagaman bahasa dalam masyarakat multikultural.
  • Tuliskan hasil analisis kalian secara runtut dan objektif pada ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Dekomposisi Kasus: Membedah Prasangka dan Stereotip Kebahasaan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus interaksi kebahasaan multikultural
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks studi kasus interaksi multikultural berikut: 'Di sebuah asrama mahasiswa tingkat universitas di kota besar yang dihuni oleh mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, terjadi friksi sosial. Budi (asal Jawa Tengah) menganggap intonasi bicara dan gaya bertutur Marten (asal Nusa Tenggara Timur) terkesan kasar dan selalu marah-marah, sehingga Budi memilih menarik diri dari pergaulan. Sebaliknya, Marten merasa direndahkan dan menganggap teman-temannya membuat label sepihak terhadap dialek daerah asalnya tanpa memahami konteks budaya tuturnya.'
  2. Analisis kasus tersebut untuk mengidentifikasi komponen prasangka dan stereotip kebahasaan yang muncul.
  3. Isilah tabel analisis problematika kebahasaan berdasarkan kasus tersebut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus di atas, uraikan bentuk prasangka dan stereotip kebahasaan yang terjadi antara pihak-pihak yang berinteraksi!

2. Lengkapi tabel analisis berikut dengan menguraikan elemen problematika kebahasaan yang tampak pada kasus:

  1. Ciri kebahasaan pemicu salah paham,
  2. Anggapan keliru (stereotip), dan
  3. Dampak relasional dalam masyarakat multikultural.
Ruang tabel jawaban

Untuk Pertanyaan 1: Tulis uraian penjelasan minimal 1 paragraf analitis. Untuk Pertanyaan 2: Isi tabel 3 kolom [Elemen Problematika | Fakta/Uraian Analisis Kasus | Implikasi Antropologis].

Kegiatan 2: Analisis Akar Masalah Problematika Keberagaman Bahasa

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Antropologi Bab Keanekaragaman Bahasa
  • Kertas catatan diskusi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah berpasangan dengan rekan sebangku.
  2. Diskusikan mengapa keberagaman bahasa dan dialek di Indonesia kerap tidak dipandang netral, melainkan dibebani hierarki sosial, prasangka, atau superioritas bahasa tertentu.
  3. Lakukan analisis kritis mengenai faktor penyebab problematika keberagaman bahasa dalam masyarakat multikultural menggunakan panduan pertanyaan di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Analisislah faktor apa saja yang menyebabkan variasi bahasa daerah sering kali memicu hambatan komunikasi dan polarisasi sosial dalam masyarakat multikultural!

2. Bagaimanakah keterkaitan antara pandangan prasangka bahasa terhadap pembentukan batasan sosial (social boundaries) antar-etnis di ruang publik multikultural?

Tuliskan hasil diskusi berpasangan dalam bentuk poin-poin analisis sebab-akibat yang terstruktur pada lembar kerja masing-masing.

Kegiatan 3: Matriks Analisis Komparatif: Fenomena Problematika Bahasa di Ranah Publik

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Bahan bacaan antropologi multikultural

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati 3 ranah interaksi masyarakat multikultural berikut: (a) Lingkungan pendidikan/sekolah, (b) Tempat kerja perkotaan, (c) Media digital/media sosial.
  2. Lakukan analisis terhadap wujud problematika keberagaman bahasa pada ketiga ranah tersebut serta dampak strukturalnya terhadap kesetaraan antarkelompok budaya.
  3. Selesaikan pengerjaan matriks analisis, lalu lanjutkan dengan mengisi pertanyaan refleksi pembelajaran pada akhir sesi.

Pertanyaan:

1. Lengkapi matriks perbandingan analisis problematika keberagaman bahasa di 3 ranah publik (Sekolah, Tempat Kerja, Media Sosial) mencakup: bentuk perlakuan diskriminatif/prasangka bahasa, dan dampak problematika tersebut terhadap kesetaraan warga!

Ruang tabel jawaban

2. Simpulkan secara analitis: mengapa problematika keberagaman bahasa harus dipahami sebagai realitas sosiokultural yang perlu dibedah secara kritis, bukan sekadar masalah tata bahasa atau kesopanan individu?

Tabel matriks komparatif 3 baris x 3 kolom [Ranah Publik | Bentuk Prasangka/Stereotip Bahasa | Dampak terhadap Kesetaraan Kultural] diikuti paragraf sintesis simpulan analitis.

REFLEKSI

1. Dari analisis yang kamu lakukan hari ini, apakah kamu menyadari adanya prasangka kebahasaan tertentu yang pernah kamu dengar atau lakukan secara tidak sengaja dalam kehidupan sehari-hari?

2. Bagaimana pemahaman konsep problematika bahasa ini mengubah caramu memandang perbedaan logat, intonasi, atau pilihan kosakata teman dari daerah lain?

3. Langkah bernalar kritis apa yang akan kamu terapkan ketika mendengar seseorang dinilai negatif hanya karena aksen bahasa daerahnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.