LKPDPertemuan 9Bab 3Fase FSemester 1

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Komparasi Perspektif Emik Warga dan Perspektif Etik Peneliti Antropologi Mengenai Tata Kelola Cagar Budaya Prasejarah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Komparasi Perspektif Emik Warga dan Perspektif Etik Peneliti Antropologi Mengenai Tata Kelola Cagar Budaya Prasejarah".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Komparasi Perspektif Emik Warga dan Perspektif Etik Peneliti Antropologi Mengenai Tata Kelola Cagar Budaya Prasejarah

Antropologi - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Komparasi Perspektif Emik Warga dan Perspektif Etik Peneliti Antropologi Mengenai Tata Kelola Cagar Budaya Prasejarah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Komparasi Perspektif Emik Warga dan Perspektif Etik Peneliti Antropologi Mengenai Tata Kelola Cagar Budaya Prasejarah
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis temuan lapangan dengan membandingkan perspektif emik warga dan etik peneliti terkait pemanfaatan cagar budaya prasejarah

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus lapangan cagar budaya prasejarah Gua Karst Leang-Leang/Maros-Pangkep dengan saksama.
  • Bekerjalah secara mandiri dan berkolaborasi dalam kelompok kecil untuk menguraikan data temuan.
  • Fokuskan kerja pada analisis perbedaan sudut pandang orang dalam (emik) dan sudut pandang analis/peneliti luar (etik) mengenai pemanfaatan cagar budaya prasejarah.
  • Tuliskan hasil analisis pada format tabel dan ruang uraian yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Dekonstruksi Temuan Lapangan — Mengurai Suara Warga dan Laporan Peneliti

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus lapangan Leang-Leang
  • Alat tulis
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks narasi temuan lapangan mengenai Situs Gua Prasejarah berikut:
  2. Konteks Temuan Lapangan: Di sebuah situs gua prasejarah yang menyimpan lukisan cadas cap tangan purba berusia ribuan tahun, warga lokal memandang gua tersebut sebagai tempat keramat leluhur yang secara turun-temurun digunakan untuk upacara tolak bala dan meletakkan sesaji pembakaran dupa pada malam tertentu. Warga percaya jika ritual itu dihentikan atau gua dipagar tertutup untuk umum, berkah panen dan keselamatan desa akan terganggu. Sebaliknya, peneliti antropologi dan arkeologi melihat situs tersebut sebagai warisan budaya bendawi yang sangat rentan aus. Peneliti mencatat bahwa asap pembakaran dupa dari sesaji warga secara bertahap merusak pigmen oker purba pada dinding gua. Peneliti menekankan perlunya zonasi pembatasan interaksi manusia, pengaturan sirkulasi udara, serta pengelolaan berbasis pelestarian material artefak.
  3. Identifikasi data temuan mana yang mewakili cara pandang pelaku budaya lokal (emik) dan data mana yang mewakili kajian teoritis peneliti luar (etik).
  4. Isikan temuan tersebut ke dalam tabel klasifikasi.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi di atas, uraikan temuan lapangan mengenai makna gua, tindakan terhadap situs, serta alasan tindakan tersebut berdasarkan perspektif emik warga dan perspektif etik peneliti dalam tabel yang disediakan.

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 baris komparasi:
- Baris 1: Makna Situs (Kolom Perspektif Emik Warga vs Kolom Perspektif Etik Peneliti)
- Baris 2: Praktik/Aktivitas di Situs (Kolom Emik vs Kolom Etik)
- Baris 3: Alasan/Dasar Tindakan (Kolom Emik vs Kolom Etik)

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Analisis Titik Temu dan Titik Singgung Perspektif Emik vs Etik

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Catatan hasil Kegiatan 1
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bandingkan kedua perspektif yang telah dikelompokkan pada Kegiatan 1 secara mendalam.
  2. Analisis perbedaan mendasar (titik kontras) serta kesamaan mendasar (titik temu) antara perspektif emik dan etik dalam memperlakukan cagar budaya prasejarah.
  3. Jawab pertanyaan analisis pada lembar uraian.

Pertanyaan:

1. Lakukan analisis perbandingan: apa kontras/perbedaan utama antara cara pandang emik warga lokal dan cara pandang etik peneliti dalam memanfaatkan ruang gua prasejarah tersebut?

2. Temukan titik temu pemikiran: nilai dasar apa yang sebenarnya disepakati oleh kedua perspektif (warga dan peneliti) terkait keberadaan situs prasejarah tersebut?

Kolom jawaban uraian terstruktur: 1. Analisis Kontras Orientasi Pemanfaatan; 2. Analisis Titik Temu Nilai Pelestarian.

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Sintesis Komparasi Temuan Lapangan dan Refleksi Penutup

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Buku catatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan sintesis kritis: mengapa peneliti antropologi tidak boleh serta-merta menyalahkan perspektif emik warga, dan sebaliknya mengapa warga perlu memahami perspektif etik pelestarian.
  2. Tuliskan sintesis analisis komparatif dalam bentuk simpulan analitis.
  3. Lengkapi dengan menjawab pertanyaan refleksi diri pada bagian penutup pertemuan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan hasil komparasi temuan lapangan, analisislah mengapa pemahaman yang hanya memaksakan perspektif etik (sudut pandang peneliti) tanpa memedulikan perspektif emik (warga) berpotensi memicu resistensi sosial dalam tata kelola cagar budaya prasejarah!

2. Bagaimana keterpaduan analisis emik dan etik dapat membantu seorang peneliti merumuskan pemanfaatan cagar budaya prasejarah yang tepat guna?

Uraian paragraf argumentatif (minimal 3-5 kalimat per butir jawaban).

REFLEKSI

1. Bagaimana pandanganmu berubah tentang warga lokal setelah mempelajari cara menganalisis tindakan mereka menggunakan perspektif emik?

2. Apakah kamu merasa lebih mudah membedakan temuan fakta objektif luar (etik) dengan sudut pandang pelaku budaya (emik) saat menganalisis fenomena di sekitarmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.