LKPDPertemuan 8Bab 3Fase FSemester 1

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Temuan Lapangan Berdasarkan Perspektif Emik Komunitas Warga Lokal terhadap Pemanfaatan Cagar Budaya Prasejarah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Temuan Lapangan Berdasarkan Perspektif Emik Komunitas Warga Lokal terhadap Pemanfaatan Cagar Budaya Prasejarah".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Temuan Lapangan Berdasarkan Perspektif Emik Komunitas Warga Lokal terhadap Pemanfaatan Cagar Budaya Prasejarah

Antropologi - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Temuan Lapangan Berdasarkan Perspektif Emik Komunitas Warga Lokal terhadap Pemanfaatan Cagar Budaya Prasejarah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Temuan Lapangan Berdasarkan Perspektif Emik Komunitas Warga Lokal terhadap Pemanfaatan Cagar Budaya Prasejarah
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis temuan lapangan dengan membandingkan perspektif emik warga dan etik peneliti terkait pemanfaatan cagar budaya prasejarah

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah teks laporan temuan lapangan mengenai Cagar Budaya Prasejarah Gua Leang-Leang dengan saksama.
  • Bekerjalah secara kolaboratif dalam kelompok yang terdiri atas 3-4 orang.
  • Fokuskan perhatian pada pemilahan sudut pandang: perspektif emik (sudut pandang warga lokal/pemilik budaya) dan perspektif etik (sudut pandang peneliti luar/kacamata ilmiah akademis).
  • Gunakan format ruang jawaban yang telah disediakan untuk menyusun hasil analisis kelompok.
  • Selesaikan semua tugas tepat waktu sesuai alokasi yang ditentukan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Memilah Data Temuan Lapangan Berdasarkan Perspektif Emik dan Etik

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Alat tulis
  • Teks catatan lapangan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan data catatan lapangan berikut:
  2. Catatan Lapangan Situs Cagar Budaya Gua Prasejarah Leang Karst: (1) Warga lokal meyakini lukisan cap tangan merah di dinding gua adalah tanda tapak sakral leluhur penjaga kesuburan kampung yang pantang disentuh sembarangan atau dijadikan tempat berisik. (2) Arkeolog dan antropolog mencatat bahwa lukisan dinding tersebut merupakan rock art berusia lebih dari 40.000 tahun dari era Pleistosen/berburu-meramu yang rentan rusak akibat fluktuasi kelembapan udara dan sentuhan langsung minyak kulit manusia. (3) Warga rutin menaruh sesaji beras kuning dan membakar dupa di mulut gua saat masa tanam agar panen melimpah. (4) Peneliti menyarankan pembatasan kapasitas pengunjung maksimal 10 orang per sesi dan pemasangan pagar pembatas kaca agar mikroklimat gua tetap terjaga dari ekskresi karbon dioksida.
  3. Diskusikan dengan teman kelompokmu untuk memilah dan memasukkan data tersebut ke dalam tabel perspektif emik dan etik.
  4. Tuliskan hasil klasifikasi pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan catatan lapangan di atas, lakukan analisis pemilahan dengan memasukkan temuan ke dalam tabel perbandingan perspektif emik (sudut pandang warga lokal) dan perspektif etik (sudut pandang peneliti luar) terkait keberadaan dan pemanfaatan gua prasejarah tersebut!

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 Kolom: Kolom 1 'Perspektif Emik Warga Lokal' (isi dengan 2 butir temuan lapangan warga beserta maknanya), Kolom 2 'Perspektif Etik Peneliti' (isi dengan 2 butir analisis ilmiah peneliti).

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Menganalisis Perbandingan Titik Temu dan Titik Singgung Perspektif Emik dan Etik

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Hasil kerja Kegiatan 1

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati kembali tabel hasil Kegiatan 1 bersama kelompok.
  2. Analisis perbandingan antara perspektif emik warga lokal dan etik peneliti: apa tujuan mendasar dari masing-masing pihak dalam memperlakukan cagar budaya tersebut?
  3. Temukan persamaan (titik temu/keselarasan tujuan) dan perbedaan (potensi ketegangan cara pandang) antara warga lokal dan peneliti dalam pemanfaatan gua prasejarah tersebut.

Pertanyaan:

1. Bandingkan perspektif emik warga dan perspektif etik peneliti: Apakah terdapat titik temu tujuan perlindungan cagar budaya di antara keduanya meskipun dilandasi oleh alasan dan cara pandang yang berbeda? Jelaskan hasil analisismu!

2. Analisis potensi perbedaan atau pertentangan antara pemanfaatan ruang gua secara emik (ritual pembakaran dupa dan sesaji) dengan rekomendasi etik peneliti (menjaga mikroklimat gua dari polusi asap dan residu)! Mengapa perbedaan ini muncul?

Dua kotak uraian terstruktur: Kotak 1 untuk analisis titik temu perlindungan situs (minimal 1 paragraf analisis komparatif), Kotak 2 untuk analisis titik beda/ketegangan pemanfaatan ruang (minimal 1 paragraf analisis penyebab).

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Menyusun Rekomendasi Sintesis Analisis Temuan Emik-Etik & Refleksi

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja siswa
  • Papan tulis / plano untuk paparan singkat (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan analisis perbandingan di Kegiatan 2, diskusikan formula sintesis yang mengintegrasikan kedua perspektif tersebut tanpa mengabaikan salah satunya.
  2. Tuliskan argumen analisis sintesis pemanfaatan cagar budaya yang menghormati nilai emik sekaligus memenuhi kaidah etik konservasi.
  3. Selesaikan pertanyaan refleksi individu/kelompok pada bagian akhir.
  4. Waktu kegiatan ini sudah mencakup sesi berbagi kelas singkat, refleksi, dan penutupan pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan perbandingan temuan emik dan etik yang telah dilakukan, rumuskan analisis sintesis: Bagaimana cagar budaya prasejarah tersebut sebaiknya dimanfaatkan secara harmonis sehingga nilai sakral warga lokal tetap dihormati dan kaidah kelestarian fisik peneliti tetap terpenuhi?

Kolom sintesis solusi analisis pemanfaatan (memuat analisis integrasi sudut pandang emik warga dan etik peneliti secara proporsional).

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis temuan lapangan dengan perspektif emik dan etik hari ini, mengapa seorang pembelajar antropologi tidak boleh langsung menghakimi kepercayaan warga lokal sebagai hal yang keliru hanya karena berbeda dengan teori ilmiah peneliti?

2. Bagian mana dari proses membandingkan perspektif warga lokal (emik) dan kacamata ilmiah peneliti (etik) yang paling menantang pemikiranmu, dan bagaimana caramu memahaminya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.