LKPDPertemuan 1Bab 3Fase FSemester 1

LKPD Antropologi Kelas 11: Menjelaskan Konsep Dasar Kebudayaan Prasejarah Berdasarkan Corak Perburuan-Peramuan dan Peninggalan Artefak Pacitan-Ngandong

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menjelaskan Konsep Dasar Kebudayaan Prasejarah Berdasarkan Corak Perburuan-Peramuan dan Peninggalan Artefak Pacitan-Ngandong".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menjelaskan Konsep Dasar Kebudayaan Prasejarah Berdasarkan Corak Perburuan-Peramuan dan Peninggalan Artefak Pacitan-Ngandong

Antropologi - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menjelaskan Konsep Dasar Kebudayaan Prasejarah Berdasarkan Corak Perburuan-Peramuan dan Peninggalan Artefak Pacitan-Ngandong

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenjelaskan Konsep Dasar Kebudayaan Prasejarah Berdasarkan Corak Perburuan-Peramuan dan Peninggalan Artefak Pacitan-Ngandong
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan konsep dasar kebudayaan pada zaman prasejarah berdasarkan peninggalan kebendaan dan mata pencaharian

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan saksama dan teliti.
  • Gunakan sumber bacaan antropologi tentang kebudayaan zaman prasejarah (khususnya tradisi Pacitan dan Ngandong serta corak berburu-meramu) untuk memperkaya pemahaman.
  • Bekerjasamalah secara aktif dalam kelompok diskusi saat mendiskusikan konsep kebudayaan prasejarah.
  • Tuliskan hasil penjelasan dan analisis secara mandiri atau berkelompok sesuai format ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Konseptual: Kebudayaan Prasejarah dan Corak Berburu-Meramu

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Antropologi Kelas XI
  • Alat tulis
  • Kertas catatan/lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati ringkasan materi mengenai konsep dasar kebudayaan prasejarah dan sistem mata pencaharian berburu-meramu (food gathering).
  2. Jelaskan bagaimana ketergantungan manusia purba pada alam membentuk corak kehidupan nomaden dan kebudayaan kebendaan mereka.
  3. Tuliskan jawaban pada kolom isian dan uraian yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep kebudayaan pada zaman prasejarah dalam kaitannya dengan kemampuan manusia beradaptasi dengan lingkungan alam!

2. Jelaskan hubungan antara corak mata pencaharian berburu-meramu tingkat sederhana (food gathering) dengan pola hidup nomaden (berpindah-pindah) manusia prasejarah!

Tuliskan jawaban dalam bentuk paragraf uraian penjelasan (minimal 3-5 kalimat per nomor) pada lembar kerja yang disediakan.

Kegiatan 2: Analisis Artefak Kebudayaan Pacitan dan Ngandong

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Gambar/ilustrasi artefak kapak perimbas dan alat tulang Ngandong
  • Buku referensi prasejarah
  • Format tabel analisis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari karakteristik peninggalan kebendaan dari dua tradisi Paleolitikum di Indonesia: Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong.
  2. Lengkapi tabel komparasi artefak dengan menjelaskan jenis alat, bahan dasar, teknik pembuatan, dan fungsi praktisnya dalam mata pencaharian.
  3. Jelaskan kesimpulan perbandingan kedua kebudayaan kebendaan tersebut.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel analisis perbandingan artefak Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong berdasarkan peninggalan kebendaan dan fungsinya!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan tabel di atas, jelaskan perkembangan kemampuan teknologi kebudayaan manusia prasejarah dari tradisi Pacitan ke tradisi Ngandong!

Tabel 5 kolom: (1) Tradisi Kebudayaan, (2) Contoh Jenis Artefak, (3) Bahan Baku & Ciri Fisik, (4) Fungsi dalam Pencaharian, (5) Keterangan. Diikuti ruang uraian teks untuk pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 3: Diskusi Sintesis: Peninggalan Kebendaan sebagai Cermin Kebudayaan Prasejarah

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja diskusi kelompok
  • Buku catatan
  • Papan tulis/spidol untuk presentasi singkat

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok kerja beranggotakan 4-5 murid.
  2. Diskusikan keterkaitan antara artefak Pacitan-Ngandong dengan rekonstruksi cara hidup dan sistem nilai/budaya manusia prasejarah.
  3. Rumuskan penjelasan kelompok dan sampaikan simpulan lisan/tulisan di depan kelas.
  4. Selesaikan kegiatan dengan mengisi refleksi individu.

Pertanyaan:

1. Jelaskan bagaimana peninggalan kebendaan (artefak) dapat digunakan oleh antropolog untuk merekonstruksi konsep kebudayaan non-kebendaan (seperti pembagian kerja kelompok dan strategi bertahan hidup) pada masa berburu dan meramu!

2. Jelaskan mengapa pemahaman tentang kebudayaan prasejarah berdasarkan peninggalan kebendaan dan mata pencaharian penting bagi pemahaman evolusi kebudayaan manusia secara keseluruhan!

Format laporan diskusi kelompok berupa lembar rangkuman sintesis berstruktur (Konsep Adaptasi, Bukti Artefak, Hubungan Sosial-Mata Pencaharian) dilengkapi kolom refleksi mandiri di bagian penutup.

REFLEKSI

1. Bagaimana pemahamanmu mengenai keterkaitan antara artefak batu/tulang dengan cara hidup manusia purba mengubah pandanganmu tentang asal-usul kebudayaan?

2. Bagian mana dari penjelasan tradisi kebudayaan Pacitan dan Ngandong yang paling membantumu memahami konsep adaptasi manusia terhadap alam?

3. Sikap atau kesadaran apa yang kamu peroleh saat menelaah perjuangan hidup manusia zaman prasejarah dalam mempertahankan kehidupannya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.