LKPDPertemuan 8Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Temuan Studi Kasus Terapan Antropologi Ragawi pada Kasus Identifikasi Forensik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Temuan Studi Kasus Terapan Antropologi Ragawi pada Kasus Identifikasi Forensik".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Temuan Studi Kasus Terapan Antropologi Ragawi pada Kasus Identifikasi Forensik

Antropologi - Kelas 11

Bab 2 Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Temuan Studi Kasus Terapan Antropologi Ragawi pada Kasus Identifikasi Forensik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Temuan Studi Kasus Terapan Antropologi Ragawi pada Kasus Identifikasi Forensik
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis temuan studi kasus terapan Antropologi Ragawi dalam penyelesaian permasalahan kemanusiaan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah teks narasi studi kasus identifikasi forensik yang disediakan dengan teliti.
  • Bekerjalah secara mandiri atau berdiskusi dalam kelompok sesuai petunjuk setiap kegiatan.
  • Jawab pertanyaan analisis dengan memanfaatkan data biologis dan temuan kasus secara terstruktur.
  • Perhatikan alokasi waktu pada setiap kegiatan agar selesai tepat waktu beserta refleksi akhir.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Dekonstruksi Profil Biologis Kerangka pada Kasus Bencana Masal

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus Kerangka X-01
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks studi kasus berikut: 'Pasca-bencana tanah longsor, tim DVI menemukan kerangka manusia tidak beridentitas berlabel Kerangka X-01. Hasil uji Antropologi Ragawi menunjukkan: morfologi tulang panggul (pelvis) memiliki subpubic angle sempit (<90 derajat) dan sciatic notch sempit serta dalam; epifisis pada ujung proksimal tulang humerus dan klavikula medial telah menutup sempurna tanpa tanda osteoartritis parah; pengukuran panjang tulang paha (femur) adalah 46 cm yang menurut rumus osteometri regio setempat diestimasi memiliki tinggi badan 168-172 cm; serta terdapat bekas jejak kalus tulang akibat fraktur sembuh pada tulang ulna kiri.'
  2. Analisis parameter biologis yang ditemukan pada Kerangka X-01 untuk menentukan profil dasar individu.
  3. Isi tabel analisis data temuan forensik sesuai dengan kolom yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks studi kasus Kerangka X-01, uraikan analisis temuan biologis untuk menentukan: (a) estimasi jenis kelamin, (b) estimasi rentang usia relatif, (c) estimasi perawakan/tinggi badan, dan (d) penanda khusus antemortem (karakteristik unik individu). Lengkapi analisis alasan ilmiahnya!

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 baris: Kolom 1 (Parameter Profil Biologis: Jenis Kelamin, Usia Relatif, Tinggi Badan, Penanda Khusus), Kolom 2 (Hasil Analisis Temuan Kasus), Kolom 3 (Dasar Analisis/Bukti Tulang).

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Analisis Rekonsiliasi Temuan Postmortem dan Data Antemortem

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Data perbandingan antemortem korban A, B, dan C
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari data orang hilang (Antemortem) yang dihimpun posko keluarga bencana: (1) Korban A: Laki-laki, usia 19 tahun, tinggi badan 170 cm, riwayat patah tulang lengan kanan. (2) Korban B: Laki-laki, usia 28 tahun, tinggi badan 169 cm, riwayat cedera tulang lengan bawah kiri akibat jatuh saat remaja. (3) Korban C: Perempuan, usia 30 tahun, tinggi badan 165 cm, riwayat patah tulang selangka kiri.
  2. Lakukan analisis perbandingan (komparasi) kritis antara profil Kerangka X-01 pada Kegiatan 1 dengan data orang hilang (Korban A, Korban B, Korban C).
  3. Tentukan korban mana yang cocok (match) dan jelaskan temuan yang mendukung kecocokan maupun temuan yang menggugurkan korban lainnya.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan perbandingan temuan postmortem Kerangka X-01 dan data antemortem ketiga korban, analisis kesesuaian identitas Kerangka X-01! Sebutkan nama korban yang paling sesuai serta jelaskan analisis bukti-bukti biologis yang mengonfirmasi identifikasi tersebut sekaligus menggugurkan dua kandidat lainnya!

Lembar uraian analisis komparasi: cantumkan kesimpulan identitas korban yang sesuai, tabel/poin analisis kesesuaian Korban B, serta poin alasan diskualifikasi/pengguguran Korban A dan Korban C.

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Analisis Signifikansi Temuan Forensik dalam Misi Kemanusiaan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Format diskusi kelompok
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan dalam kelompok mengenai dampak keberhasilan analisis identifikasi kerangka manusia terhadap penyelesaian masalah kemanusiaan (humanitarian forensics).
  2. Analisis dua dimensi dampak utama: pemenuhan hak keluarga korban (aspek psikologis dan kepastian status) serta kepastian hukum dan sosial masyarakat.
  3. Lakukan refleksi terbimbing untuk menutup pertemuan pembelajaran mendalam.

Pertanyaan:

1. Analisis bagaimana temuan identifikasi Antropologi Ragawi pada kasus bencana dapat berkontribusi nyata dalam penyelesaian permasalahan kemanusiaan bagi keluarga korban dan masyarakat terdampak!

2. Jika tim antropologi ragawi menghadapi kendala berupa tulang yang rapuh atau tidak lengkap akibat paparan alam, analisis apa yang dapat disimpulkan peneliti dan mengapa kehati-hatian interpretasi temuan menjadi prinsip kemanusiaan yang mutlak?

Kolom jawaban uraian terstruktur (memuat analisis manfaat kemanusiaan dan analisis etika kehati-hatian identifikasi).

REFLEKSI

1. Bagian mana dari analisis data tulang (morfologi panggul, epifisis, panjang tulang) yang paling menantang untuk dihubungkan dengan data antemortem korban?

2. Setelah menganalisis studi kasus ini, bagaimana pandanganmu tentang pentingnya ilmu Antropologi Ragawi dalam memulihkan martabat manusia yang menjadi korban bencana?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.