LKPDPertemuan 3Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Dimensi Biologis dan Kebudayaan Manusia secara Holistik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Keterkaitan Dimensi Biologis dan Kebudayaan Manusia secara Holistik".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Dimensi Biologis dan Kebudayaan Manusia secara Holistik

Antropologi - Kelas 11

Bab 2 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Keterkaitan Dimensi Biologis dan Kebudayaan Manusia secara Holistik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Keterkaitan Dimensi Biologis dan Kebudayaan Manusia secara Holistik
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis fenomena budaya secara holistik dengan mengintegrasikan konsep keberagaman biologis manusia

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan stimulus yang disediakan pada tiap kegiatan secara saksama.
  • Bekerjalah secara mandiri pada kegiatan awal, lalu diskusikan temuan kalian dalam kelompok kecil untuk memperdalam analisis.
  • Gunakan pendekatan holistik (biokultural) dalam mengurai keterkaitan antara aspek biologis tubuh manusia dan kebiasaan/praktik kebudayaan.
  • Tuliskan hasil analisis kalian secara sistematis pada format ruang jawaban yang telah ditentukan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Dekomposisi Kasus Biokultural: Membedah Hubungan Tubuh dan Praktik Budaya

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku catatan / kertas LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks stimulus singkat berikut: 'Studi biokultural menunjukkan bahwa kebiasaan penggunaan alat makan sumpit di Asia Timur secara turun-temurun mempengaruhi koordinasi motorik halus dan perkembangan otot-otot intrinsik telapak tangan. Sebaliknya, pada masyarakat pengonsumsi susu sapi fermentasi di wilayah pastoralis, terjadi adaptasi persistensi enzim laktase pada orang dewasa yang memungkinkan pencernaan laktosa secara optimal.'
  2. Pilah elemen biologis dan elemen budaya dari kasus di atas ke dalam tabel analisis.
  3. Jelaskan keterkaitan timbal balik antara aspek biologis dan budaya tersebut secara menyeluruh.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan stimulus kasus penggunaan sumpit dan konsumsi susu pastoralis, identifikasikan dan pilahlah dimensi biologis serta dimensi budayanya ke dalam tabel!

Ruang tabel jawaban

2. Analisis bagaimana dimensi biologis dan dimensi kebudayaan saling mempengaruhi dalam salah satu kasus tersebut menggunakan prinsip holistik!

Format jawaban nomor 1 berupa tabel 3 kolom: Kolom 1 (Fenomena/Kasus), Kolom 2 (Dimensi Budaya/Praktik Sosial), Kolom 3 (Dimensi Biologis/Anatomis/Fisiologis). Jawaban nomor 2 berupa uraian analitis sepanjang 1-2 paragraf.

Kegiatan 2: Analisis Komparatif Fenomena Budaya dan Keberagaman Biologis Nusantara

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar bacaan studi kasus
  • Alat tulis / kertas plano atau buku kerja siswa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 3-4 murid.
  2. Cermati studi kasus komparatif dua komunitas di Indonesia berikut: (Kasus A) Masyarakat suku Bajau yang memiliki tradisi menyelam bebas (freediving) turun-temurun untuk berburu di laut, yang berkorelasi dengan ukuran limpa yang lebih besar secara genetik/fisiologis; (Kasus B) Tradisi masyarakat agraris dataran tinggi di Pegunungan Papua yang terbiasa mengolah dan mengonsumsi umbi-umbian kaya serat dan beraktivitas di medan curam, berdampak pada efisiensi metabolik dan kapasitas paru-paru.
  3. Diskusikan dan analisis secara kritis bagaimana keberagaman biologis manusia tidak dapat dilepaskan dari konteks praktik kebudayaan dan lingkungannya secara holistik.

Pertanyaan:

1. Lakukan analisis terhadap Kasus A (Suku Bajau) dan Kasus B (Masyarakat Dataran Tinggi Papua): Jelaskan fenomena budaya apa yang dijalankan dan bagaimana fenomena tersebut berpadu dengan keberagaman/karakteristik biologis mereka!

2. Berdasarkan kedua kasus di atas, simpulkan mengapa memandang fenomena manusia hanya dari segi fisik/biologis saja ATAU segi budayanya saja menghasilkan kesimpulan yang sempit (tidak holistik)?

Format lembar diskusi kelompok: Uraian terstruktur per butir pertanyaan dengan menyajikan argumen komparasi Kasus A dan Kasus B serta kesimpulan holistik.

Kegiatan 3: Investigasi Kritis: Matriks Analisis Holistik Fenomena Keseharian

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar kerja siswa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara individu, pilih SATU fenomena kebiasaan budaya dalam kehidupan sehari-hari (misal: tradisi memanjat pohon kelapa tanpa alat bantu, tradisi menginang/menyirih, kebiasaan pola makan pedas di daerah tropis, atau variasi warna kulit manusia akibat adaptasi radiasi UV yang memunculkan mitos/persepsi sosial).
  2. Tuangkan analisis kalian ke dalam 'Matriks Analisis Holistik' yang menghubungkan fenomena budaya dengan keberagaman biologis.
  3. Selesaikan asesmen dan luangkan 10 menit terakhir untuk menjawab refleksi pembelajaran bersama guru.

Pertanyaan:

1. Lengkapi Matriks Analisis Holistik untuk fenomena budaya pilihanmu dengan menganalisis: (a) Deskripsi Fenomena Budaya, (b) Respon/Keberagaman Biologis Manusia, dan (c) Hubungan Timbal Balik secara Holistik!

Ruang tabel jawaban

Format matriks tabel 3 baris/kolom: Baris 1: Deskripsi Fenomena Budaya; Baris 2: Respon & Keberagaman Biologis; Baris 3: Analisis Keterkaitan Holistik (Biokultural). Dilanjutkan dengan lembar refleksi mandiri di akhir kegiatan.

REFLEKSI

1. Bagaimana sudut pandang holistik (menggabungkan biologi dan budaya) mengubah cara pandangmu saat melihat keberagaman fisik manusia di sekitarmu?

2. Bagian mana dari kegiatan analisis biokultural hari ini yang paling menantang pemikiranmu, dan wawasan baru apa yang kamu peroleh tentang hubungan tubuh dan tradisi masyarakat?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.