LKPDPertemuan 11Bab 1Fase FSemester 1

LKPD Antropologi Kelas 11: Mengaplikasikan Perbandingan Pendekatan Emik dan Etik dalam Praktik Pengamatan Fenomena Budaya Sekitar

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Antropologi kelas 11 dengan topik "Mengaplikasikan Perbandingan Pendekatan Emik dan Etik dalam Praktik Pengamatan Fenomena Budaya Sekitar".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Antropologi Kelas 11: Mengaplikasikan Perbandingan Pendekatan Emik dan Etik dalam Praktik Pengamatan Fenomena Budaya Sekitar

Antropologi - Kelas 11

Bab 1 Pertemuan 11

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Antropologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengaplikasikan Perbandingan Pendekatan Emik dan Etik dalam Praktik Pengamatan Fenomena Budaya Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengaplikasikan Perbandingan Pendekatan Emik dan Etik dalam Praktik Pengamatan Fenomena Budaya Sekitar
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengaplikasikan pendekatan emik dan etik dalam praktik pengamatan fenomena budaya di lingkungan sekitar

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat sebelum mengisi lembar kerja.
  • Gunakan sudut pandang emik (perspektif pelaku budaya dari dalam) dan etik (perspektif pengamat luar dengan kerangka ilmiah) secara tepat dalam setiap aktivitas.
  • Kerjakan secara mandiri pada latihan dasar dan berkolaborasilah secara aktif dalam simulasi pengamatan kelompok.
  • Tuliskan hasil pengamatan dan analisismu secara rapi pada format tabel dan ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aplikasi Pembedaan Perspektif Emik dan Etik pada Kasus Budaya

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks deskripsi fenomena tradisi 'Rewang' (gotong royong membantu hajatan warga) di bawah ini:
  2. Teks Kasus: Di sebuah desa, warga berkumpul sejak subuh untuk memotong sayur, memasak rendang, dan menyiapkan tenda menjelang pesta pernikahan tetangga tanpa upah uang. Pelaku rewang menyebut mereka melakukannya demi 'paseduluran' (merawat persaudaraan batin) dan merasa 'ora kepenak' (tidak enak hati secara moral) jika absen membantu tetangga yang berhajat. Sementara itu, seorang sosiolog/antropolog luar mencatat kegiatan tersebut sebagai bentuk sistem resiprositas sosial tidak langsung, pembagian kerja berbasis jaringan kekerabatan lokal, serta mekanisme penekanan biaya produksi upacara adat.
  3. Terapkan pemilahan perspektif emik dan etik dengan mengisikan rincian data ke dalam tabel yang disediakan.
  4. Tentukan mana pernyataan yang mencerminkan pendekatan emik dan mana yang mencerminkan pendekatan etik berdasarkan data tersebut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks tradisi 'Rewang', kelompokkan data observasi ke dalam kategori pendekatan emik (sudut pandang pelaku asli) dan pendekatan etik (sudut pandang pengamat/ahli luar) pada tabel yang tersedia!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan pengelompokan tersebut, aplikasikan prinsip emik dan etik untuk menjelaskan mengapa seorang pengamat tidak boleh hanya menggunakan salah satu pendekatan saja ketika mengamati fenomena Rewang!

Tabel 2 Kolom: Kolom 1 memuat 'Data Perspektif Emik (Bahasa & Makna Pelaku)', Kolom 2 memuat 'Data Perspektif Etik (Kategori Konsep Pengamat)'. Di bawah tabel tersedia 4 baris bergaris untuk jawaban uraian nomor 2.

Kegiatan 2: Praktik Aplikasi Pengamatan Fenomena Budaya Sekitar Sekolah

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Format instrumen observasi lapangan
  • Papan jalan/alas tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok kerja beranggotakan 4 orang.
  2. Pilihlah satu fenomena budaya interaksi yang ada di lingkungan sekolah (misalnya: tradisi cium tangan guru saat menyapa, budaya nongkrong di kantin saat jam istirahat, atau antrean tertib di koperasi).
  3. Terapkan pendekatan emik dengan mengamati dan mencatat penjelasan asli dari warga sekolah yang menjadi pelaku langsung fenomena tersebut.
  4. Terapkan pendekatan etik dengan mencatat deskripsi perilaku yang tampak secara faktual tanpa interpretasi subjektif dari pelaku.
  5. Tuangkan hasil aplikasi pengamatan lapangan mini tersebut ke dalam tabel instrumen emik-etik.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel instrumen aplikasi pengamatan budaya sekolah dengan mencantumkan: nama fenomena, data hasil pendekatan emik (penuturan/alasan makna dari pelaku), dan data hasil pendekatan etik (catatan pola perilaku teramati oleh pengamat)!

Ruang tabel jawaban

2. Dari tabel pengamatan yang kalian susun, aplikasikan kedua pendekatan tersebut dalam satu paragraf sintesis: bagaimana data emik dan etik saling melengkapi untuk mendeskripsikan fenomena tersebut secara utuh?

Format tabel 3 kolom: Kolom 1 (Aspek Pengamatan & Nama Fenomena), Kolom 2 (Temuan Pendekatan Emik - Suara Pelaku), Kolom 3 (Temuan Pendekatan Etik - Deskripsi Pengamat). Disediakan kotak teks 5 baris untuk menulis paragraf sintesis.

Kegiatan 3: Aplikasi Uji Kritis Pernyataan Lapangan: Membedakan Fakta Etik dan Makna Emik

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca 4 pernyataan laporan pengamatan budaya di lingkungan masyarakat berikut ini.
  2. Terapkan pemahaman pendekatan dengan mengklasifikasikan setiap pernyataan apakah tergolong 'Pendekatan Emik' atau 'Pendekatan Etik'.
  3. Berikan alasan singkat aplikasi metodologis mengapa pernyataan tersebut masuk ke kategori yang kamu tentukan.
  4. Selesaikan kegiatan ini dan lanjutkan ke pertanyaan refleksi akhir sesi.

Pertanyaan:

1. Tentukan klasifikasi (Emik/Etik) dan alasan aplikasinya untuk 4 pernyataan observasi berikut:
Pernyataan A: 'Pedagang pasar meletakkan sesaji bunga di sudut kios karena percaya sesaji itu menjaga rezeki dan mengundang berkah leluhur.'
Pernyataan B: 'Aktivitas meletakkan sesaji dianalisis sebagai mekanisme penenang psikologis pedagang dalam menghadapi ketidakpastian pasar ekonomi informal.'
Pernyataan C: 'Masyarakat suku X membagi jadwal giliran pengairan sawah berdasarkan petunjuk musyawarah adat kasepuhan.'
Pernyataan D: 'Pengaturan pembagian air tersebut dikategorikan sebagai sistem alokasi sumber daya bersama (common-pool resources) untuk mencegah konflik distribusi air.'

Format daftar 4 butir (A, B, C, D) masing-masing memuat label isian [Emik / Etik] dan satu baris kalimat alasan.

REFLEKSI

1. Saat mengamati fenomena budaya di sekitar, pendekatan mana yang lebih mudah kamu terapkan terlebih dahulu (emik atau etik)? Mengapa?

2. Bagaimana mengaplikasikan perbandingan pendekatan emik dan etik membantumu menghindari prasangka buruk (stereotip) terhadap kebiasaan orang lain?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.