| 1 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah menghendaki manusia dan umat-Nya untuk menerima dan melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, berdasarkan kesaksian Alkitab dan pengalaman hidup sehari-hari. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat membuat refleksi pribadi tentang perubahan apa yang perlu dilakukan dalam hidupnya sebagai remaja Kristen agar hidupnya menjadi berkat bagi sesama. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah sejak awal memanggil umat-Nya untuk memaknai hidup dalam perubahan, dan kehadiran Gereja sebagai umat Allah yang baru merupakan penggenapan karya Allah melalui pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menjelaskan teladan Yesus Kristus sebagai dasar bagi gereja dalam menjalani kehidupan bersama secara dinamis dan memuliakan Tuhan di tengah dunia yang terus berubah. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menganalisis karya Allah melalui perubahan-perubahan yang dihadirkan gereja di tengah dunia, termasuk keterlibatan remaja dalam pelayanan gerejawi, serta menyusun usulan kegiatan nyata yang dapat dilakukan remaja Kristen sebagai bagian dari gereja. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menjelaskan pentingnya pembaharuan peribadahan gereja sebagai wujud respons umat terhadap karya Roh Kudus yang memimpin orang beriman menghadapi berbagai tantangan zaman. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman secara tertulis tentang makna kehadiran gereja sebagai wujud karya Allah yang membawa pembaruan bagi dunia, mencakup peran umat Allah, karya Roh Kudus, dan tugas panggilan gereja dalam konteks kehidupan remaja Kristen masa kini. | 3 |
| 8 | — | Melalui diskusi dan penelaahan Alkitab (Keluaran 16:1-36; Ulangan 6:1-15), murid dapat menjelaskan bahwa Allah Pencipta alam semesta mengasihi dan memenuhi segala kebutuhan seluruh ciptaan-Nya sejak awal penciptaan hingga akhir zaman. | 3 |
| 9 | — | Melalui refleksi diri dan berbagi pengalaman, murid dapat memberikan contoh nyata bentuk pemeliharaan Allah yang dialami dalam kehidupan sehari-hari sebagai bukti bahwa pemeliharaan Allah terus berlangsung terhadap alam dan manusia di segala situasi. | 3 |
| 10 | — | Melalui penelaahan Alkitab (Mazmur 23:1-6; Yohanes 6:1-15), murid dapat menjelaskan bahwa Allah memelihara kehidupan manusia ciptaan-Nya dari awal hingga akhir hayatnya serta mencukupi segala kebutuhannya, dan bahwa kehidupan manusia yang dinamis ada dalam pemeliharaan-Nya. | 3 |
| 11 | — | Melalui pengamatan kisah pelayanan Yesus (Yohanes 6:1-15; Markus 7:24-30), murid dapat menjelaskan bahwa pemeliharaan Allah terus berlangsung tanpa batas dalam kehidupan manusia dan pemeliharaan Allah tersebut memberi inspirasi dalam kehidupan beriman. | 3 |
| 12 | — | Melalui penelaahan Alkitab (Yohanes 2:1-11; Yohanes 11:1-44) dan wawancara orang tua, murid dapat menjelaskan bahwa pernikahan dan rumah tangga Kristen adalah rencana Allah dan Allah menyatakan pemeliharaan-Nya atas tiap rumah tangga. | 3 |
| 13 | — | Melalui diskusi kelompok berbasis Yohanes 10:1-21, murid dapat mengaitkan tindakan Yesus sebagai Gembala yang Baik dengan pemeliharaan Allah atas keluarga Kristen, serta menunjukkan sikap percaya dan mempercayakan kehidupan rumah tangganya kepada Allah. | 3 |
| 14 | — | Melalui asesmen tertulis dan presentasi refleksi, murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh bahwa pemeliharaan Allah berlangsung atas seluruh ciptaan-Nya — alam semesta, manusia, dan rumah tangga — di segala situasi sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab (Roma 8:28). | 3 |
| 15 | — | Melalui penulisan refleksi pribadi, murid dapat menceritakan pengalaman nyata menerima pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari dan mengungkapkan bagaimana pemeliharaan Allah tersebut menginspirasi cara mereka menjalani hidup beriman. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menjelaskan alasan manusia harus bersyukur atas pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan 1 Tesalonika 5:18 dan pengalaman pribadi. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat mengidentifikasi berbagai bentuk pemeliharaan Allah yang dialami dalam kehidupan pribadi dan keluarga sebagai dasar ungkapan syukur. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa bersyukur atas pemeliharaan Allah tidak cukup hanya dalam ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata kepada sesama berdasarkan 2 Korintus 4:15-18. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menunjukkan contoh tindakan nyata sebagai ekspresi syukur atas pemeliharaan Allah dalam kehidupan remaja Kristen sehari-hari. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa manusia harus tetap bersyukur atas pemeliharaan Allah dalam segala kondisi, baik suka maupun duka, berdasarkan kisah Ayub 42:1-17 dan Roma 5:3-4. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat meneladani sikap rendah hati dan penguasaan diri Ayub sebagai inspirasi bersyukur kepada Allah di tengah pergumulan hidup. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menyimpulkan makna bersyukur atas pemeliharaan Allah yang terus berlangsung dalam kehidupan manusia berdasarkan Yohanes 14:1-3 dan 1 Tesalonika 5:18. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat mengekspresikan wujud syukur atas pemeliharaan Allah melalui karya tulis (puisi, slogan, atau cerita pendek) berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil wawancara dengan orang tua. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menjelaskan berbagai bentuk pelayanan Yesus Kristus (melayani dengan kasih, rendah hati, dan berdoa) berdasarkan kesaksian Alkitab (Yohanes 13:1-17; Matius 6:5-14; Galatia 5:22) sebagai landasan iman orang percaya. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa pelayanan Yesus yang menyembuhkan, memulihkan, dan melayani semua yang membutuhkan-Nya merupakan teladan konkret bagi orang percaya dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menjelaskan prinsip rendah hati dan peduli terhadap sesama yang diteladankan Yesus sebagai nilai-nilai Kristiani yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata terhadap sesama. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat memberikan contoh tindakan nyata meneladani pelayanan Yesus (kasih, kebenaran, kepedulian terhadap yang sakit dan membutuhkan) dalam kehidupan di keluarga, sekolah, dan masyarakat. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menjelaskan berbagai bentuk pelayanan yang dapat dilakukan remaja Kristen (berbagi keterampilan, bakti sosial, mengunjungi yang sakit) sebagai perwujudan teladan Yesus di tengah pergaulan remaja masa kini. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat membuat komitmen tertulis untuk melakukan pelayanan nyata bagi sesama sebagai remaja Kristen yang meneladani Yesus, dengan motivasi kasih dan penguasaan diri. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang teladan pelayanan Yesus Kristus (kasih, rendah hati, kebenaran, penyembuhan, dan melayani semua) serta keterkaitannya dengan panggilan remaja Kristen untuk melayani sesama, melalui asesmen sumatif bab. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menjelaskan pengajaran Yesus kepada murid-murid-Nya tentang dasar pelayanan (Matius 10:5-15) sebagai teladan berbagi keterampilan dan pengetahuan dengan sesama tanpa membeda-bedakan. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk pelayanan Yesus yang menjangkau kebutuhan rohani dan jasmani manusia sebagai inspirasi meneladani pelayanan-Nya dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menjelaskan pengajaran Yesus dalam perumpamaan talenta (Matius 25:14-30) bahwa setiap orang percaya diberi karunia berbeda-beda oleh Allah untuk dikembangkan dan digunakan melayani sesama. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menunjukkan sikap tanggung jawab dalam mengembangkan talenta yang dimiliki sebagai saluran berkat Allah bagi sesama yang membutuhkan. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa pelayanan Yesus menjangkau seluruh aspek hidup manusia (rohani, jasmani, dan sosial) berdasarkan Matius 9:35-38, sehingga orang percaya terpanggil untuk melayani sesama secara holistik. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat merancang satu bentuk aksi pelayanan nyata (bakti sosial atau kepedulian terhadap sesama) sebagai perwujudan nilai peduli, rendah hati, dan penguasaan diri yang diteladani dari pelayanan Yesus. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menyimpulkan secara tertulis bagaimana pelayanan Yesus (Matius 10:5-15; 25:14-30; 9:35-38) menjangkau seluruh aspek hidup manusia dan relevansinya bagi kehidupan remaja Kristen masa kini. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat mempresentasikan refleksi pribadi tentang komitmen meneladani pelayanan Yesus sebagai remaja Kristen yang diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama di keluarga, sekolah, dan masyarakat. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat menjelaskan kedudukan Roh Kudus sebagai pribadi ketiga dari Tritunggal (Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus) berdasarkan Yohanes 14:16-17 dan Kisah Para Rasul 1:4-8. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menjelaskan janji Yesus mengutus Roh Kudus sebagai Penolong dan Penghibur yang menyertai orang percaya sampai akhir zaman berdasarkan Yohanes 14:16-17. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat menguraikan peristiwa turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta dan dampaknya bagi jemaat mula-mula berdasarkan Kisah Para Rasul 2:1-47. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat menjelaskan peranan Roh Kudus dalam memberi keberanian, kuasa, dan pertumbuhan iman kepada jemaat mula-mula sebagai dasar iman orang percaya masa kini berdasarkan Kisah Para Rasul 2:4, 17. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat menjelaskan peranan Roh Kudus sebagai penolong, penghibur, dan penjamin bagi orang percaya ketika menghadapi berbagai tantangan hidup berdasarkan 2 Korintus 4:8-14 dan Matius 4:1-11. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan buah Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari sebagai remaja Kristen berdasarkan Galatia 5:22-23. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat menyimpulkan secara tertulis peranan Roh Kudus dalam memimpin, menolong, dan memperlengkapi orang percaya menghadapi tantangan hidup berdasarkan keseluruhan bahan Alkitab Bab 6 (Yohanes 14:16-17; Kisah Para Rasul 2:1-47; 2 Korintus 4:8-14; Matius 4:1-11; Galatia 5:22-23). | 3 |
| 46 | — | Murid dapat membuat komitmen pribadi secara tertulis untuk hidup dipimpin Roh Kudus dan tabah menghadapi tantangan sebagai pengikut Kristus di masa kini. | 3 |
| 47 | — | Melalui diskusi dan dialog, murid dapat mengidentifikasi minimal tiga bentuk fenomena pergaulan remaja masa kini (seperti seks bebas, narkoba/miras, gaya hidup konsumtif) yang menyimpang dari nilai-nilai Kristiani berdasarkan Firman Tuhan. | 3 |
| 48 | — | Melalui penelaahan Alkitab (1 Korintus 15:33; Galatia 5:19-21a), murid dapat menjelaskan bagaimana pergaulan yang menyimpang bertentangan dengan prinsip nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 49 | — | Melalui diskusi kelompok dan pengamatan, murid dapat menganalisis dampak negatif perubahan gaya hidup masa kini (konsumtif, materialisme, permisif) terhadap kehidupan remaja Kristen dan menghubungkannya dengan Firman Tuhan sebagai filter perilaku. | 3 |
| 50 | — | Melalui refleksi pribadi, murid dapat menunjukkan sikap penguasaan diri dan rendah hati sebagai respons Kristiani terhadap tekanan gaya hidup dunia masa kini sesuai prinsip nilai-nilai Kristiani. | 3 |
| 51 | — | Melalui penelaahan Alkitab tentang tokoh-tokoh (Yusuf, Daniel, Timotius), murid dapat meneladani cara mereka bertahan dari godaan dan menerapkan prinsip tersebut dalam menghadapi tantangan pergaulan remaja masa kini. | 3 |
| 52 | — | Melalui penjelasan guru dan refleksi, murid dapat menjelaskan peran Roh Kudus sebagai penolong dan pemimpin hidup remaja Kristen dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan masa kini. | 3 |
| 53 | — | Melalui asesmen sumatif (tertulis/portofolio), murid dapat menyimpulkan berbagai bentuk tantangan pergaulan remaja Kristen masa kini dan menunjukkan komitmen untuk menjalani pergaulan yang sesuai dengan nilai-nilai Kristiani dan teladan Yesus Kristus. | 3 |
| 54 | — | Melalui pembuatan komitmen tertulis, murid dapat merumuskan langkah konkret dalam menerapkan prinsip rendah hati, penguasaan diri, dan peduli sesama sebagai remaja Kristen yang kuat dalam menghadapi tekanan pergaulan masa kini. | 3 |